Ketika Orang Menghina
Kita memasuki zaman dimana orang saling menghina satu sama lain karena punya kuasa...
Ketika orang berduit menghina orang tak berduit, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang tak berduit.
Ketika orang berpendidikan menghina orang tak berpendidikan, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang tak berpendidikan.
Ketika orang bertampang rupawan menghina orang tak bertampang rupawan, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang tak bertampang rupawan.
Ketika orang bergaji tinggi menghina orang tak bergaji tinggi, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang tak bergaji tinggi.
Ketika orang berpangkat tinggi menghina orang tak berpangkat tinggi, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang tak berpangkat tinggi.
Ketika orang dengan kelas sosial tinggi menghina orang bukan kelas sosial tinggi, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang bukan kelas sosial tinggi.
Ketika orang yang punya harta menghina orang yang tak punya harta, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang yang tak punya harta.
Ketika orang berbaju bagus menghina orang berbaju jelek, karena mereka punya kuasa untuk menghina orang berbaju jelek.
Ketika orang pintar menghina orang bodoh, karena mereka punya kuasa untuk menghina orang bodoh.
Ketika orang sempurna menghina orang cacat, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang cacat.
Ketika orang pekerja menghina orang pengangguran, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang pengangguran.
Ketika senior menghina junior, karena mereka punya kuasa untuk menindas junior.
Ketika pemuda yang nongkrong di cafe menghina pemuda yang nongkrong di pinggir jalan, karena mereka punya kuasa untuk menindas pemuda yang nongkrong di pinggir jalan.
Ketika orang berorganisasi menghina orang tak berorganisasi, karena mereka punya hak untuk menindas orang tak berorganisasi.
Ketika pemimpin menghina anak buah, karena mereka punya kuasa untuk menindas anak buah.
Ketika majikan menghina pembantu, karena mereka punya kuasa untuk menindas pembantu.
Ketika pejabat menghina rakyat 'gak jelas', karena mereka punya kuasa untuk menindas rakyat 'gak jelas'.
Seseorang menghina orang lain karena dia punya kuasa untuk menghina,
yaitu uang, jabatan, pendidikan, gaya hidup.
Dan manusia, sesuci apapun, sealim apapun,
Akan selalu menghina orang lain ketika ada kuasa didalam dirinya.
Tak ada ampun bagi penghina, dan tak ada iba bagi terhina,
Karena penghina bisa saja menjadi orang yang terhina,
Dan orang yang terhina bisa saja menjadi penghina.
0 komentar :
Posting Komentar