Santiago Muñez yang Sesungguhnya

Minggu, 07 September 2014

Santiago Muñez yang Sesungguhnya






Poster film "Goal! : The Dream Begins"


Ada yang pernah nonton film sekuel “Goal!”? Ya, ini merupakan salah satu dari sekian film favorit saya setelah Slumdog Millionaire, The Da Vinci Code dan Angel and Demon. Film trilogi yang pertama kali rilis tahun 2005 dengan sekuel pertamanya berjudul “Goal! : The Dream Begins” ini menceritakan tentang perjuangan seorang pemuda Meksiko bernama Santiago Muñez yang mengejar mimpinya untuk menjadi pemain sepakbola di Eropa. Memulai karir sepakbolanya dari jalanan di kota Meksiko, Muñez lalu bermain pada tim sepakbola Inggris, Newcastle United, sebelum akhirnya hijrah ke salah satu klub terbaik dunia dengan segudang pemain bintang, Real Madrid. Lika-liku perjalanan karir sepakbolanya juga tak luput dalam alur cerita di film yang memiliki 3 sekuel ini. Mulai dari sang ayah yang tidak merestui Muñez menjadi pesepakbola, ketika pelatih Newcastle United yang menolak kehadiran pemuda Meksiko ini, hingga kisah cintanya dengan wanita Inggris yang begitu rumit.

Saya tidak akan membahas film ini lebih dalam lagi karena saya begitu yakin kalian sudah menonton sekuel film ini berkali-kali. Kali ini saya akan membahas salah satu alur cerita dalam film “GOAL! 2 : Living The Dream” yang akhirnya menjadi kisah nyata dalam dunia sepakbola. Yaitu ketika Muñez ditransfer dari Newcastle United, sebuah tim papan tengah Liga Premier Inggris, menuju Real Madrid yang mengundang banyak perhatian media massa dan penikmat sepakbola.
                                                                                                                                                               
Tapi sebelum itu, mari kita berkenalan dengan aktor yang memerankan Santiago Muñez yang begitu melegenda ini. Eduardo Kuno Becker Paz, atau yang biasa dikenal dengan nama Kuno Becker. Becker adalah aktor Hispanik yang berasal dari Meksiko. Aktor kelahiran 14 Januari 1978 ini sudah malang melintang di dunia perfilman Meksiko dan Amerika Serikat. Tak hanya itu, Becker juga bermain dalam serial telenovela dan teater. 


Kuno Becker a.k.a Santi Muñez


Sebelum berperan menjadi Santiago Muñez, Becker memulai debutnya sebagai pemain telenovela. Berbagai seri telenovela telah dia perankan, dan salah satu yang paling terkenal dan memiliki rating tertinggi pada tahun 90an adalah “Soñadoras”. Becker mulai memasuki dunia perfilman ketika dia berperan sebagai dubber di film Disney, Cars. Di tahun 2003, Becker beradu peran dengan aktor Antonio Banderas dan Emma Thompson dalam film bertemakan sejarah, “Imagining Argentina”. Tahun 2005, nama Becker mulai dikenal penikmat film dan (tentunya) penikmat sepakbola dunia sebagai Santiago Muñez dalam sekuel film “Goal! : The Dream Begins” dan diikuti dengan “Goal! 2 : Living The Dream” pada 2007 dan akhir sekuel “Goal! 3” dua tahun kemudian. Dan jika Anda adalah penikmat serial TV CSI : Miami edisi kesepuluh, maka Anda pasti kenal dengan si antagonis Esteban Navarro yang juga diperankan oleh Becker sendiri.


Aksi Muñez saat masih memakai jersey Newcastle United

Saat ini Becker masih menjalani karirnya sebagai aktor film dan teater. Terakhir ketika saya menguntit akun twitternya @KUNOBP, dia sedang mempromosikan teater terbarunya yang berjudul “A La Orilla Del Rio”.

Kembali ke topik awal, ketika saya mengatakan ada satu kisah di sekuel “Goal! 2 : Living The Dream” yang berubah menjadi kenyataan. Jika Anda pengikut sejati bursa transfer hingga detik-detik terakhir, banyak pemain yang transfer ke klub lain, entahlah itu opsi pindah atau dipinjam selama semusim. Dan ketika satu nama pemain ini menjadi “korban” ganasnya deadline bursa transfer, saya benar-benar kaget. Sangat kaget, karena sebelumnya pemain ini tidak pernah menjadi incaran klub tersebut selama berbulan-bulan. Tenang kawan, pemain yang dimaksud bukanlah Falcao.


"Don't worry, mate. I'm still enjoy sitting on this bench"


Javier “Chicharito” Hernandez. Ya, (bisa dibilang) mantan striker Manchester United ini secara mengejutkan pindah ke klub asal Spanyol, Real Madrid, dengan status pinjaman selama satu musim dan opsi permanen. Dipinjam dengan harga £6 juta, Chicharito langsung memakai nomor 14 yang sebelumnya ditinggalkan Xabi Alonso ke Bayern Munchen. Dan akhir dari saga deadline transfer musim panas ini ditutup dengan kehadiran seorang Radamel Falcao yang secara mengejutkan pindah ke Manchester United dengan status pinjaman selama semusim dan opsi permanen di akhir musim. Padahal sebelumnya, Falcao gencar diisukan akan pindah ke Real Madrid dan Manchester City.

Sebagai seorang fans Manchester United, saya begitu sedih mendengar Chicharito pergi ke Real Madrid. Ya, dia adalah alasan mengapa saya pertama kali mulai mendukung Manchester United sejak pertengahan musim 2010/2011. Chicharito juga jadi alasan mengapa saya makin cinta dengan klub ini dari tahun ke tahun, mulai dari akhir rezim Fergie yang indah hingga rezim Moyes yang porak poranda. Chicharito memang salah satu pemain favorit saya, sebelum akhirnya Robin van Persie, Adnan Januzaj, dan “the £59,7 million man” bernama Angel Di Maria itu sukses mengalihkan perhatian saya.

Kepergian Chicharito memang disayangkan, namun mau bagaimana lagi. Semenjak kehadiran Robin van Persie di Old Trafford dua tahun yang lalu, posisi Chicharito sudah tergeser. Chicharito jadi lebih sering jadi penghangat bangku cadangan ketimbang mencetak gol unik. Terlebih lagi dengan kehadiran Falcao, ah habis sudah Chicharito di Old Trafford. Agak aneh juga rasanya melihat Chicharito memakai jersey putih khas Real Madrid dengan tulisan “Fly Emirates” didepannya, karena saya terbiasa melihat “The Little Pea” memakai jersey merah dengan tulisan “AON” berselebrasi ria di depan fans Chelsea sambil membentuk huruf “C” di jarinya dan mencium logo Manchester United di kaosnya. Aneh, ya. Sedih, ya. Tapi saya hanya bisa berharap yang terbaik untuk Chicharito di Real Madrid. Dan mungkin salah satu harapan kecil di lubuk hati saya dan para fans Manchester United diluar sana adalah semoga Chicharito tidak menjadi pelapis bagi Karim Benzema dan Jese Rodriguez!

Ya, Javier “Chicharito” Hernandez. Pemain asal Meksiko yang bermimpi menjadi pesepakbola sukses di Eropa. Memulai karir profesionalnya di klub lokal Meksiko, Chivas Guadalajara, lalu pindah ke Manchester United yang merupakan satu dari tim asal Liga Primer Inggris, dan akhirnya pindah juga ke Real Madrid yang sampai saat ini masih bertaburkan pemain bintang. Sadar atau tidak, kisah Chicharito ini hampir mirip dengan kisah Santiago Muñez di “Goal! 2 : Living The Dream”. Yeah, ketika kita sedang menjalani mimpi bermain di klub sepakbola terbaik dunia, Real Madrid.

Dan harus saya akui, Santiago Muñez memang mirip dengan Chicharito. Terutama dari kepalanya yang sama-sama botak. Plus, mereka juga punya tampang dan senyum yang menarik perhatian para kaum hawa!

Dan.... ada yang unik ketika saya sedang menguntit akun resmi Chicharito @CH14_ semalaman. Ada satu tweet dimana dia, akhirnya, bertemu dengan seorang “Santiago Muñez”!


Terjemahan yang sedikit rancu. Kurang lebih artinya
"Senang bertemu denganmu! Semoga kita setuju di masa depan! God bless you!"


Ya, ketika Chicharito "pulang kampung" negeri asalnya, Meksiko, dia sempat bertemu dengan Kuno Becker di suatu kegiatan. Awalnya saya tidak menyadari pria di sebelah Chicharito ini adalah "Santiago Muñez", hingga akhirnya salah satu akun parodi twitter, @TheSportBible, mengingatkan saya.

Dan sebulan kemudian setelah tweet ini muncul, Chicharito berubah menjadi seorang Santiago Muñez yang sesungguhnya!


Ya, Chicharito memang Santiago Muñez yang sesungguhnya!





@TikaAuliaaa

0 komentar :

Posting Komentar