Santiago Muñez yang Sesungguhnya
![]() |
| Poster film "Goal! : The Dream Begins" |
Ada yang pernah nonton film sekuel “Goal!”? Ya, ini
merupakan salah satu dari sekian film favorit saya setelah Slumdog Millionaire,
The Da Vinci Code dan Angel and Demon. Film trilogi yang pertama kali rilis
tahun 2005 dengan sekuel pertamanya berjudul “Goal! : The Dream Begins” ini
menceritakan tentang perjuangan seorang pemuda Meksiko bernama Santiago Muñez
yang mengejar mimpinya untuk menjadi pemain sepakbola di Eropa. Memulai karir
sepakbolanya dari jalanan di kota Meksiko, Muñez lalu bermain pada tim
sepakbola Inggris, Newcastle United, sebelum akhirnya hijrah ke salah satu klub
terbaik dunia dengan segudang pemain bintang, Real Madrid. Lika-liku perjalanan
karir sepakbolanya juga tak luput dalam alur cerita di film yang memiliki 3
sekuel ini. Mulai dari sang ayah yang tidak merestui Muñez menjadi pesepakbola,
ketika pelatih Newcastle United yang menolak kehadiran pemuda Meksiko ini,
hingga kisah cintanya dengan wanita Inggris yang begitu rumit.
Saya tidak akan membahas film ini lebih dalam lagi karena
saya begitu yakin kalian sudah menonton sekuel film ini berkali-kali. Kali ini
saya akan membahas salah satu alur cerita dalam film “GOAL! 2 : Living The Dream” yang akhirnya
menjadi kisah nyata dalam dunia sepakbola. Yaitu ketika Muñez ditransfer dari
Newcastle United, sebuah tim papan tengah Liga Premier Inggris, menuju Real
Madrid yang mengundang banyak perhatian media massa dan penikmat sepakbola.
Tapi sebelum itu, mari kita berkenalan dengan aktor yang
memerankan Santiago Muñez yang begitu melegenda ini. Eduardo Kuno Becker Paz,
atau yang biasa dikenal dengan nama Kuno Becker. Becker adalah aktor Hispanik
yang berasal dari Meksiko. Aktor kelahiran 14 Januari 1978 ini sudah malang
melintang di dunia perfilman Meksiko dan Amerika Serikat. Tak hanya itu, Becker
juga bermain dalam serial telenovela dan teater.
Sebelum berperan menjadi Santiago Muñez, Becker memulai
debutnya sebagai pemain telenovela. Berbagai seri telenovela telah dia
perankan, dan salah satu yang paling terkenal dan memiliki rating tertinggi
pada tahun 90an adalah “Soñadoras”. Becker mulai memasuki dunia perfilman
ketika dia berperan sebagai dubber di film Disney, Cars. Di tahun 2003,
Becker beradu peran dengan aktor Antonio Banderas dan Emma Thompson dalam film
bertemakan sejarah, “Imagining Argentina”. Tahun 2005, nama Becker mulai
dikenal penikmat film dan (tentunya) penikmat sepakbola dunia sebagai Santiago Muñez dalam sekuel film
“Goal! : The Dream Begins” dan diikuti dengan “Goal! 2 : Living The Dream” pada
2007 dan akhir sekuel “Goal! 3” dua tahun kemudian. Dan jika Anda adalah
penikmat serial TV CSI : Miami edisi kesepuluh, maka Anda pasti kenal dengan si
antagonis Esteban Navarro yang juga diperankan oleh Becker sendiri.
| Aksi Muñez saat masih memakai jersey Newcastle United |
Saat ini Becker masih menjalani karirnya sebagai aktor film
dan teater. Terakhir ketika saya menguntit akun twitternya @KUNOBP, dia sedang
mempromosikan teater terbarunya yang berjudul “A La Orilla Del Rio”.
Kembali ke topik awal, ketika saya mengatakan ada satu kisah
di sekuel “Goal! 2 : Living The Dream” yang berubah menjadi kenyataan. Jika
Anda pengikut sejati bursa transfer hingga detik-detik terakhir, banyak pemain
yang transfer ke klub lain, entahlah itu opsi pindah atau dipinjam selama
semusim. Dan ketika satu nama pemain ini menjadi “korban” ganasnya deadline
bursa transfer, saya benar-benar kaget. Sangat kaget, karena sebelumnya pemain
ini tidak pernah menjadi incaran klub tersebut selama berbulan-bulan. Tenang
kawan, pemain yang dimaksud bukanlah Falcao.
| "Don't worry, mate. I'm still enjoy sitting on this bench" |
Javier “Chicharito” Hernandez. Ya, (bisa dibilang) mantan
striker Manchester United ini secara mengejutkan pindah ke klub asal Spanyol,
Real Madrid, dengan status pinjaman selama satu musim dan opsi permanen. Dipinjam
dengan harga £6 juta, Chicharito langsung memakai nomor 14 yang
sebelumnya ditinggalkan Xabi Alonso ke Bayern Munchen. Dan akhir dari saga
deadline transfer musim panas ini ditutup dengan kehadiran seorang Radamel
Falcao yang secara mengejutkan pindah ke Manchester United dengan status
pinjaman selama semusim dan opsi permanen di akhir musim. Padahal sebelumnya,
Falcao gencar diisukan akan pindah ke Real Madrid dan Manchester City.
Sebagai seorang fans Manchester United, saya begitu sedih
mendengar Chicharito pergi ke Real Madrid. Ya, dia adalah alasan mengapa saya
pertama kali mulai mendukung Manchester United sejak pertengahan musim
2010/2011. Chicharito juga jadi alasan mengapa saya makin cinta dengan klub ini
dari tahun ke tahun, mulai dari akhir rezim Fergie yang indah hingga rezim
Moyes yang porak poranda. Chicharito memang salah satu pemain favorit saya,
sebelum akhirnya Robin van Persie, Adnan Januzaj, dan “the £59,7
million man” bernama Angel Di Maria itu sukses mengalihkan perhatian saya.
Kepergian Chicharito memang disayangkan, namun mau bagaimana
lagi. Semenjak kehadiran Robin van Persie di Old Trafford dua tahun yang lalu,
posisi Chicharito sudah tergeser. Chicharito jadi lebih sering jadi penghangat
bangku cadangan ketimbang mencetak gol unik. Terlebih lagi dengan kehadiran
Falcao, ah habis sudah Chicharito di Old Trafford. Agak aneh juga rasanya
melihat Chicharito memakai jersey putih khas Real Madrid dengan tulisan “Fly
Emirates” didepannya, karena saya terbiasa melihat “The Little Pea” memakai
jersey merah dengan tulisan “AON” berselebrasi ria di depan fans Chelsea sambil
membentuk huruf “C” di jarinya dan mencium logo Manchester United di kaosnya.
Aneh, ya. Sedih, ya. Tapi saya hanya bisa berharap yang terbaik untuk
Chicharito di Real Madrid. Dan mungkin salah satu harapan kecil di lubuk hati saya dan
para fans Manchester United diluar sana adalah semoga Chicharito tidak menjadi
pelapis bagi Karim Benzema dan Jese Rodriguez!
Ya, Javier “Chicharito” Hernandez. Pemain asal Meksiko yang
bermimpi menjadi pesepakbola sukses di Eropa. Memulai karir profesionalnya di
klub lokal Meksiko, Chivas Guadalajara, lalu pindah ke Manchester United yang
merupakan satu dari tim asal Liga Primer Inggris, dan akhirnya pindah juga ke
Real Madrid yang sampai saat ini masih bertaburkan pemain bintang. Sadar atau
tidak, kisah Chicharito ini hampir mirip dengan kisah Santiago Muñez
di “Goal! 2 : Living The Dream”. Yeah, ketika kita sedang menjalani mimpi
bermain di klub sepakbola terbaik dunia, Real Madrid.
Dan harus saya akui, Santiago Muñez memang mirip dengan
Chicharito. Terutama dari kepalanya yang sama-sama botak. Plus, mereka juga
punya tampang dan senyum yang menarik perhatian para kaum hawa!
Dan.... ada yang unik ketika saya sedang menguntit akun
resmi Chicharito @CH14_ semalaman. Ada satu tweet dimana dia, akhirnya, bertemu
dengan seorang “Santiago Muñez”!
| Terjemahan yang sedikit rancu. Kurang lebih artinya "Senang bertemu denganmu! Semoga kita setuju di masa depan! God bless you!" |
Ya, ketika Chicharito "pulang kampung" negeri asalnya, Meksiko, dia sempat bertemu dengan Kuno Becker di suatu kegiatan. Awalnya saya tidak menyadari pria di sebelah Chicharito ini adalah "Santiago Muñez", hingga akhirnya salah satu akun parodi twitter, @TheSportBible, mengingatkan saya.
Dan sebulan kemudian setelah tweet ini muncul, Chicharito berubah menjadi seorang Santiago Muñez yang sesungguhnya!
Dan sebulan kemudian setelah tweet ini muncul, Chicharito berubah menjadi seorang Santiago Muñez yang sesungguhnya!
Ya, Chicharito memang Santiago Muñez yang sesungguhnya!
@TikaAuliaaa
@TikaAuliaaa

0 komentar :
Posting Komentar