Februari 2015

Selasa, 24 Februari 2015

Ketika Orang Menghina


Kita memasuki zaman dimana orang saling menghina satu sama lain karena punya kuasa...

Ketika orang berduit menghina orang tak berduit, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang tak berduit.

Ketika orang berpendidikan menghina orang tak berpendidikan, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang tak berpendidikan.

Ketika orang bertampang rupawan menghina orang tak bertampang rupawan, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang tak bertampang rupawan.

Ketika orang bergaji tinggi menghina orang tak bergaji tinggi, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang tak bergaji tinggi.

Ketika orang berpangkat tinggi menghina orang tak berpangkat tinggi, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang tak berpangkat tinggi.



Ketika orang dengan kelas sosial tinggi menghina orang bukan kelas sosial tinggi, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang bukan kelas sosial tinggi.

Ketika orang yang punya harta menghina orang yang tak punya harta, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang yang tak punya harta.



Ketika orang berbaju bagus menghina orang berbaju jelek, karena mereka punya kuasa untuk menghina orang berbaju jelek.

Ketika orang pintar menghina orang bodoh, karena mereka punya kuasa untuk menghina orang bodoh.

Ketika orang sempurna menghina orang cacat, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang cacat.

Ketika orang pekerja menghina orang pengangguran, karena mereka punya kuasa untuk menindas orang pengangguran.

Ketika senior menghina junior, karena mereka punya kuasa untuk menindas junior.

Ketika pemuda yang nongkrong di cafe menghina pemuda yang nongkrong di pinggir jalan, karena mereka punya kuasa untuk menindas pemuda yang nongkrong di pinggir jalan.

Ketika orang berorganisasi menghina orang tak berorganisasi, karena mereka punya hak untuk menindas orang tak berorganisasi.

Ketika pemimpin menghina anak buah, karena mereka punya kuasa untuk menindas anak buah.

Ketika majikan menghina pembantu, karena mereka punya kuasa untuk menindas pembantu.

Ketika pejabat menghina rakyat 'gak jelas', karena mereka punya kuasa untuk menindas rakyat 'gak jelas'.



Seseorang menghina orang lain karena dia punya kuasa untuk menghina,
yaitu uang, jabatan, pendidikan, gaya hidup.

Dan manusia, sesuci apapun, sealim apapun,
Akan selalu menghina orang lain ketika ada kuasa didalam dirinya.



Tak ada ampun bagi penghina, dan tak ada iba bagi terhina,
Karena penghina bisa saja menjadi orang yang terhina,
Dan orang yang terhina bisa saja menjadi penghina.

Sabtu, 14 Februari 2015

Memori UNITED : LIVE


Poster acara UNITED : LIVE
Sumber : Google


Well… gak berasa kita sudah memasuki bulan Februari, dan sudah memasuki pertengahan bulan. Padahal, satu bulan sebelumnya, gue sedang menunggu dan menantikan salah satu acara besar yang akan gue datangi di tahun 2015 ini. 

Cerita dimulai ketika gue dalam perjalanan pulang sehabis farewell meet-up dengan salah seorang teman yang akan pergi ke luar kota, tiba-tiba salah satu teman sekelas gue, ngirim pesan WhatsApp. Pesannya emang gak biasa. Gak ngebahas salah satu matkul, ataupun ngebahas IP semester yang anjlok. Tapi ini…

Minggu, 08 Februari 2015

Thomas Mueller dan Quotes 'Ngehek' nya


"If it were to happen that Cristiano Ronaldo wins, then it would be almost boring. In that case, maybe it would be an idea to reconsider the whole award and just send the title by post."



"Kalo sampe Cristiano Ronaldo dapet Ballon d'or lagi, pasti bakal ngebosenin. Mending FIFA mikir-mikir lagi bikin acara gala kayak gitu. Kalo bisa sih paketin aja tuh pialanya lewat JNE"