Crushing is Wasting, Dude!
Sejujurnya, gue sangat bodoh harus menulis topik ini di blog gue. Buat gue, ini benar-benar menjijikan. Seriusan. Tapi sayangnya, ide menulis topik ini sudah terngiang-ngiang dalam pikiran gue beberapa jam yang lalu. Jadi mau gak mau harus ditulis, biar gak lupa :))
Oke, jadi ini pertanyaan pertama gue, sebagai pembuka dari tulisan gue.
Pernah gak sih lu ngerasain yang namanya "crushing"? Oke, buat yang gak ngerti bahasa Inggris, artinya kurang lebih lo menyukai seseorang, lebih tepatnya mengagumi. Pernah gak?
Well, sebagai manusia, crushing ini sifatnya manusiawi kok, semua orang pasti pernah mengalaminya. Termasuk gue. Setiap orang mengalami "crushing" dengan cara mereka tersendiri. Ada yang hanya mengagumi saja tanpa harus mengumbar-umbar, ada yang mengekpresikan perasaannya dengan cerita ke teman-temannya, bahkan ada yang melakukan segala hal untuk mengetahui seluk-beluk kehidupan pribadi seseorang yang dia suka itu. That's okay. No rule to prohibit someone to crush on another.
And the second one is, kenapa gue menyebut ini "crushing", bukan "fall in love"? Oke, ini butuh sedikit penjelasan.
Ada yang menyatakan "crushing" dan "fall in love" itu sama maknanya, ada pula yang menyatakan kedua hal tersebut berbeda makna. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang terlalu awam mengenai ini, menurut gue "crushing" dan "fall in love" beda makna, dude. Crushing itu perasaan dimana lo hanya mengagumi seseorang dari tampangnya, dari caranya dia melakukan sesuatu, atau bisa juga dari prestasinya. Dan biasanya crushing itu terjadi sama fans terhadap figur terkenal, baik itu artis ataupun tokoh sensasional lainnya. Tapi tetap gak tertutup kemungkinan buat seseorang yang ada di sekitar lo, contohnya lo mengagumi salah satu teman lo karena ketampanannya. Oke, itu namanya crushing. Bedanya dengan fall in love hanya tingkatannya saja. Kalo crushing lo cuman mengagumi saja, tapi kalo fall in love itu dimana perasaan lo terhadap seseorang udah "lebih dari mengagumi". Get it? Lemme explain it more. Jadi, lebih dari mengagumi itu maksudnya ketika kekaguman lo terhadap seseorang udah melebihi batas normal, dan tingkat kekaguman lo naik level ke tingkat "jatuh cinta" *jebret!*
Nah, itulah perbedaannya antara "crushing" dan "fall in love". Sebelumnya, gue pernah mendapat tweet dari sebuah akun yang bilang gini:
jika ada seseorang yang mengagumi orang lain lebih dari empat bulan, berarti orang itu benar-benar sedang jatuh cinta.
Jadi, jika lo lagi suka sama orang baru-baru ini, berarti lo masih dalam masa "crushing", hanya suka dan mengagumi aja. Gak lebih. Kalo lo bener suka dengan orang tersebut lebih dari empat bulan, well... you should go get him/her, dude. Your crushing level is overrated.
Kembali ke topik awal, "crushing". Buat gue, crushing is wasting. Seriously. Why? Here is the reason.
Menurut sumber yang gue dapet dari answer.yahoo.com, ada seseorang yang bertanya apa sih ciri-ciri orang yang lagi "crushing". Gue kutip beberapa jawaban yang menurut gue cocok diposting disini. So, here are the answers.
- Attracted to him/her physically. Lo mengagumi seseorang dari fisik. Entah lo suka sama dia karena kegantengannya, tinggi badannya, atau hal lain yang membuat lo sangat tertarik sama dia. Oke, mungkin ini alasan utama kebanyakan orang-orang crush on someone. Fisik!
- A crush is someone who invades your dreams, your head, your heart. Hahaha ini sih penyakit para "crusher". Disaat orang yang lo suka selalu ada di pikiran lo, setiap hari. Apapun yang lo lakukan, dimanapun diri lo berada, dia selalu membayangi lo bagaikan hantu. Inilah alasan utama kenapa gue begitu eneg dengan "crushing". Dan inilah capeknya crush on someone. Disaat lo seharusnya memikirkan hal yang terlalu penting buat diri lo, tiba-tiba dia... oke, you've already known the answer. Bahkan disaat lo enak-enaknya tertidur lelap, dan tiba-tiba dalam mimpi lo ada dia. Nah, capek kan? For some people, sepertinya tidak. Mungkin kayaknya dia menikmati. Tapi buat gue, it's too wasted.
- When you have a crush, you like him/her a lot, but you know you probably know you're not going to be together. Honestly, sejijik apapun gue dengan point ke-2, gue lebih benci dengan point ke-3 ini. Kebanyakan, lo mengagumi seseorang tetapi lo sadar lo gak mungkin bisa lanjutin hubungan lo dan dia ke tingkat yang lebih. At least, be just friend. Alasannya banyak. Bisa aja si dia high-class, atau juga dia udah punya another man/woman, atau bisa juga lo gengsi buat deketin dia. Bisa jadi. Dia cuman khayalan belaka buat lo, tapi lo sadar lo gak bakal bisa bareng dia. Sad, huh?
Intinya, gak ada larangan lo suka sama seseorang. Terserah. It's the right for each person, right? Moreover, crush itu manusiawi loh, sulit buat dihilangkan. Gak ada manusia yang gak pernah ngerasain crushing. Kalopun ada, berarti dia gak punya hati *oops, no offence*.
Dan inget, crushing itu hanya mengagumi saja, sedangkan fall in love lo bener-bener cinta banget sama dia. Dan jika lo lagi suka sama orang baru-baru ini, berarti lo baru sebatas suka aja. Tapi kalo udah lebih dari 4 bulan, berarti lo lagi jatuh cinta tuh. Hmmmm....
Sudah ah, capek gue mikir crush terus. Kayak dia mikirin gue aja *eh*.
@TikaAuliaaa
0 komentar :
Posting Komentar