September 2014

Sabtu, 20 September 2014

My United View : Gue Gak Mau Ronaldo Balik!





Cristiano Ronaldo bersama timnas Portugal


Beberapa minggu yang lalu setelah bursa transfer musim panas ditutup, seorang Cristiano Ronaldo secara terang-terangan berkomentar mengenai bursa transfer klubnya. Bukan, bukan transfer Real Madrid yang sukses membawa si “sepatu emas” bernama James Rodriguez. Tapi, klub yang telah membesarkan namanya sebelum dia hijrah ke Real Madrid. Ya, Manchester United namanya. Manchester United menjadi pusat perhatian pada deadline bursa transfer kali ini karena dalam kurun waktu satu minggu saja, MU sukses merekrut 3 pemain bintang : Di Maria, Blind dan Falcao.

Menurut Ronaldo, Falcao menjadi pembelian fantastis MU. Ya, bagaimana tidak fantastis coba. Falcao yang sebenarnya sudah diincar Real Madrid sejak lama, justru berlabuh ke MU yang notabene melakukan “panic buy” untuknya. Selain Itu, Manchester United mengawali musim ini dengan buruk, jadi mereka butuh pemain bintang seperti Falcao. See? Betapa perhatiannya dia terhadap mantan klubnya. Padahal, timnya sekarang juga mengalami hal yang sama dengan MU. Berada di klasemen papan tengah, dan justru mengalami kekalahan dari sang tetangga Atletico Madrid.

Minggu, 07 September 2014

Santiago Muñez yang Sesungguhnya






Poster film "Goal! : The Dream Begins"


Ada yang pernah nonton film sekuel “Goal!”? Ya, ini merupakan salah satu dari sekian film favorit saya setelah Slumdog Millionaire, The Da Vinci Code dan Angel and Demon. Film trilogi yang pertama kali rilis tahun 2005 dengan sekuel pertamanya berjudul “Goal! : The Dream Begins” ini menceritakan tentang perjuangan seorang pemuda Meksiko bernama Santiago Muñez yang mengejar mimpinya untuk menjadi pemain sepakbola di Eropa. Memulai karir sepakbolanya dari jalanan di kota Meksiko, Muñez lalu bermain pada tim sepakbola Inggris, Newcastle United, sebelum akhirnya hijrah ke salah satu klub terbaik dunia dengan segudang pemain bintang, Real Madrid. Lika-liku perjalanan karir sepakbolanya juga tak luput dalam alur cerita di film yang memiliki 3 sekuel ini. Mulai dari sang ayah yang tidak merestui Muñez menjadi pesepakbola, ketika pelatih Newcastle United yang menolak kehadiran pemuda Meksiko ini, hingga kisah cintanya dengan wanita Inggris yang begitu rumit.

Jumat, 05 September 2014

Ketika Digital Autograph Menjadi Trend




Sebagai fans sepakbola, mengoleksi pernak-pernik yang berkaitan dengan sepakbola adalah hal yang wajib dilakukan. Mulai dari jersey, slayer, T-shirt dengan logo klub kesayangan, poster, hingga hal-hal kecil dari jam tangan, topi, phone case, bed cover, hingga stiker. Lebih spesial lagi jika koleksi Anda terdapat goresan tanda tangan dari seorang pemain idola. Bisa jadi itu adalah barang yang tak ternilai harganya dan tak bisa ditukar dengan barang apapun walaupun teman Anda ingin membayarnya dengan harga tinggi.

Perlu usaha ekstra keras unuk mendapatkan tanda tangan dari pemain idola di atas merchandise kesayangan Anda. Mulai dari membayar tiket meet and greet yang super mahal, mati-matian mengejar bus tim dimana pemain favorit Anda sedang duduk manis tanpa peduli keadaan sekitar, hingga rela jadi pitch invader yang sukses membuat pihak keamanan bekerja keras untuk menangkap Anda. Cara ini memang terbukti ampuh, tapi apa semua orang bisa melakukannya? Tidak.

Saat ini ada cara dimana fans dapat dengan mudah mendapatkan tanda tangan sang pemain idola tanpa harus berkeringat dan kerja keras. Yaitu dengan Digital Autograph. Digital Autograph merupakan sebuah foto editan dengan kualitas tinggi dimana terdapat tanda tangan pemain idola kesayangan yang telah di-scan terlebih dahulu. Selain tanda tangan, kita juga dapat menaruh nama kita didalam foto tersebut.

Saat ini, Digital Autograph dilakukan oleh beberapa akun twitter berlabel tanda centang biru. Aparel asal Jerman, PUMA, merupakan satu dari sekian akun twitter yang tengah gencar-gencarnya menggunakan Digital Autograph. Demi mendekatkan diri dengan para konsumen yang juga penikmat olahraga, PUMA secara sukarela membagikan poster bergambar para atlet yang disponsori aparel Italia tersebut seperti Marco Reus, Cesc Fabregas, Radamel Falcao hingga Usain Bolt. Autograph ini dinamai dengan hashtag #fastergraph. Sesuai dengan namanya, ketika kita meminta poster dengan tanda tangan pemain favorit kita dengan mention ke akun @PUMA, kurang dari 1 menit akun tersebut akan membalas tweet Anda beserta tanda tangan digital pemain idola yang Anda pesan.

Beberapa hari yang lalu, saya iseng minta Digital Autograph nya Marco Reus ke akun @PUMA dengan tweet berikut :









Dan semenit kemudian, @PUMA membalas tweet saya beserta foto ini :


"AJ11, Coudn't do it without you"


Tak hanya PUMA, akun resmi Timnas Prancis dengan username @equipedefrance pun juga ikutan menggunakan Digital Autograph sebagai media membagikan tanda tangan gratis kepada fans, tanpa harus ikut meet and greet ataupun mesti menguntit kemanapun sang idola pergi. Sang admin @equipedefrance berbaik hati membagikan foto tersebut beberapa jam sebelum pertandingan persahabatan antara Prancis melawan Spanyol, 4 September 2014 waktu setempat.

Caranya pun hampir sama dengan yang dilakukan PUMA. Bedanya jika PUMA memberikan format tweet seperti gambar screenshoot di atas, di @equipederance Anda bebas tweet apa saja mengenai timnas Prancis asal itu berupa dukungan terhadap “Les Blues”. Dan yang terpenting adalah hashtag #allezlesbleus wajib ada di tweet Anda.

Dan ini adalah salah satu contohnya, ketika seorang fans timnas Prancis memberikan dukungan terhadap timnas Prancis.


Artinya kurang lebih "Lanjutkan petualangan Piala Dunia kalian dengan tujuan (menjadi juara) di Euro 2016"


Dan akun resmi timnas Prancis pun membalas tweet tersebut



@ED11CA Terima kasih atas dukungan Anda! RDV malam ini


Sejujurnya ide membuat Digital Autograph ini keren, karena fans dengan jarak bermil-mil jauhnya dari sang idola bisa mendapatkan tanda tangan beserta foto. Selain itu, Anda bisa menyimpan foto tersebut di gadget bahkan bisa jadi wallpaper di Handphone maupun di laptop. Tapi tetap, tanda tangan tetap tanda tangan. Sekeren apapun ukirannya atau secanggih apapun teknologi men-scan tanda tangan asli ke digital, keaslian tangan tangan yang digores dengan pulpen pun masih terlihat lebih “afdol”!



@TikaAuliaaa