My United View : Gue Gak Mau Ronaldo Balik!

Sabtu, 20 September 2014

My United View : Gue Gak Mau Ronaldo Balik!





Cristiano Ronaldo bersama timnas Portugal


Beberapa minggu yang lalu setelah bursa transfer musim panas ditutup, seorang Cristiano Ronaldo secara terang-terangan berkomentar mengenai bursa transfer klubnya. Bukan, bukan transfer Real Madrid yang sukses membawa si “sepatu emas” bernama James Rodriguez. Tapi, klub yang telah membesarkan namanya sebelum dia hijrah ke Real Madrid. Ya, Manchester United namanya. Manchester United menjadi pusat perhatian pada deadline bursa transfer kali ini karena dalam kurun waktu satu minggu saja, MU sukses merekrut 3 pemain bintang : Di Maria, Blind dan Falcao.

Menurut Ronaldo, Falcao menjadi pembelian fantastis MU. Ya, bagaimana tidak fantastis coba. Falcao yang sebenarnya sudah diincar Real Madrid sejak lama, justru berlabuh ke MU yang notabene melakukan “panic buy” untuknya. Selain Itu, Manchester United mengawali musim ini dengan buruk, jadi mereka butuh pemain bintang seperti Falcao. See? Betapa perhatiannya dia terhadap mantan klubnya. Padahal, timnya sekarang juga mengalami hal yang sama dengan MU. Berada di klasemen papan tengah, dan justru mengalami kekalahan dari sang tetangga Atletico Madrid.


Saya pun tak tahu apa yang dikatakan Ronaldo ini memang berasal dari ucapan Ronaldo sendiri, atau hanya akal-akalan jurnalis Eropa yang seakan-akan kehabisan berita untuk disampaikan? Entahlah. Setelah kejadian itu, seluruh media ramai-ramai memberitakan Ronaldo akan kembali ke MU. Ya, Ronaldo kembali ke MU. Is that a good news to United fans? Of course! Walaupun hanya rumor transfer yang kejelasannya masih simpang siur, namun seorang jurnalis Spanyol yang sukses membocorkan transfer MU seperti Di Maria dan Juan Mata, Guillem Balague,secara terang-terangan menyatakan bahwa Ronaldo tidak betah berada di Real Madrid akan kembali ke MU, suatu saat nanti. Kapan waktunya? Dia tidak bisa membuktikan.

Rumor itu semakin diperkuat setelah sang “Philosopher” Manchester United, Louis van Gaal, angkat bicara tentang Ronaldo saat konferensi press. Menurutnya, transfer Ronaldo ke MU mungkin saja terjadi. Tetapi, van Gaal tidak yakin Real Madrid akan menjual Ronaldo. Well….. everything seems so possible for you, Ronnie. Old Trafford will widely welcoming you back.

Wacana “Ronaldo coming home” sudah menjadi buah bibir para fans MU yang masih “gagal move on” ditinggal seorang pemain kesayangannya ke Real Madrid, dan memecahkan rekor pemain termahal dunia. Banyak fans MU yang mengharapkan Ronaldo kembali ke MU, dengan alasannya masing-masing.  Mulai dari tidak adanya pemain yang memiliki kualitas setingkat Ronaldo, MU yang masih terseok-seok di Liga Inggris, atau hanya ingin melihat Ronaldo memakai jersey keramat MU bernomor 7.
Tapi, saya justru tidak setuju bila Ronaldo kembali ke MU. Ini serius. Saya yakin kalian para pecinta Cristiano Ronaldo akan membenci saya setelah membaca tulisan ini. Tapi percayalah, didalam lubuk hati kalian pasti tersimpan kata “bener juga, sih” ketika saya akan menjelaskan beberapa alasannya.


1. Come On Guys, He’s Nearly 30!

 

Cedera Ronaldo

 

5 bulan lagi terhitung dari sekarang, Ronaldo akan menginjak usia 30 tahun. Ya, 30 tahun. Usia dimana seorang pesepakbola mengalami penurunan performa di lapangan karena usianya yang makin menua. Di umur 30-an ini, apabila pesepakbola tidak menjaga performanya dengan baik, tentu saja nilai jualnya akan berkurang di “pasaran”. Klub secara perlahan mulai tidak berminat memakai jasanya dan menggantinya dengan pemain muda yang lebih enerjik. Saya tahu banyak pesepakbola yang masih terlihat “fresh” di usia kepala 3, seperti Lahm, Ibrahimovic, Pirlo, bahkan seorang Klose pun di usia 36 mampu pecahkan rekor gol Ronaldo Luiz Nazario de Lima di Piala Dunia. Ronaldo pun saya akui demikian. Namun, akhir-akhir ini Ronaldo sering cedera dan sempat diragukan tampil di beberapa pertandingan penting seperti final Liga Champions ataupun Piala Dunia, walaupun akhirnya dia “terpaksa” main dengan painkiller atau apapun yang dapat mengurangi sakitnya. Bahkan saat partai pembuka La Liga musim ini, Ronaldo diistirahatkan pelatih agar cederanya cepat pulih.

Ya, faktor usia dan cedera yang membuat saya “ogah” melihat Ronaldo memakai jersey MU lagi. Saya tidak mau melihat Ronaldo bermain, lalu cedera, lalu dipaksa bermain, lalu cedera lagi. Itu sama saja memaksakan kondisi pesepakbola yang bisa saja membuat dirinya “pensiun dini” jika cederanya tidak ditangani dengan baik. Apalagi dengan para pelatih yang “terlalu” mengandalkan Ronaldo, sehingga Ronaldo terpaksa bekerja lebih keras untuk menciptakan gol.

Dan untuk MU sendiri, kalian bisa lihat sendiri musim kemarin MU sukses “membuang” para pemain senior diatas 30 tahun seperti Rio Ferdinand, Patrice Evra, Nemanja Vidic, dan Ryan Giggs yang sekarang menjadi asisten pelatih MU. Jika Ronaldo (pada akhirnya) dibeli MU, mereka akan memberi kontrak dengan jangka waktu pendek : 1 tahun. Ya, itu memang sudah ketentuan MU ketika mengontrak pemain diatas 30 tahun.


2. We’ve got another iconic seven named Angel

 

 
Angel Di Maria saat debutnya melawan QPR (14/9/2014)

Inilah yang masih saya pertanyakan : apakah Ronaldo akan memakai nomor 7 jika kembali ke MU?

Pertanyaan yang sulit. Sangat sulit. Apabila nomor 7 di MU masih tersedia, pasti Ronaldo sudah mengambil angka yang begitu ikonik. Tapi apa daya, mantan rekannya di Real Madrid yang akhirnya merebut nomor 7 itu dan menjadi pusat perhatian para fans MU saat ini. Angel Fabian Di Maria Hernandez. Pemain yang sebelumnya menjadi Man of The Match di Final Liga Champions itu menjadi pembelian termahal dalam sejarah transfer MU dan memecahkan rekor pemain termahal se-Britania Raya, mengalahkan rekor £50 juta milik Fernando Torres.

Bukan pembelian gagal, tentu saja. Di Maria langsung “klik” dengan permainan yang diarahkan Louis van Gaal. Ketika debut perdananya di kandang Old Trafford, Di Maria mencetak gol dari tendangan bebasnya dan mencetak satu assist untuk gol Juan Mata. Publik Old Trafford serta pecinta “Red Devils” di seluruh dunia sudah mengagungkan sosok pemain ini. Mereka seakan-akan lupa dengan pemilik nomor 7 sebelumnya, yang sukses menjadi primadona di MU. Cristiano Ronaldo.

Di Maria, dengan usianya yang lebih muda dari Ronaldo, serta permainannya yang kian matang, saya rasa dia akan menjadi pilihan pertama van Gaal di starting XI (selain si kapten gembul asal Liverpool itu). Dengan skill, kecepatan lari, dan Rabona-nya, fans MU begitu mudah jatuh cinta dengannya. Dan secara tidak langsung, mereka perlahan-lahan “move on” dari Ronaldo karena MU akhirnya sudah mendapatkan pengganti No. 7 yang sepadan dengan Ronaldo. Ya, Angel Di Maria sukses membuat fans MU “move on” dari Ronaldo.

3. Ronaldo Come, Young Players Do A “Pogba”

 

The youth, The future

 

Masih teringat dengan Paul  Pogba yang tidak menjadi pilihan utama Sir Alex dalam starting XI dan menjadi penghangat bangku cadangan, lalu pindah ke Juventus dan menjadi kebanggaan fans di kota Turin. Setelah pindah dari Manchester United, Pogba mendapatkan banyak penghargaan baik dari klub, timnas maupun individual. Mulai dari trofi juara Serie A dua musim berturut-turut, juara Piala Dunia U-20  tahun 2013 bersama timnas Prancis, hingga menjadi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2014.

Dan semua prestasi ini diraih ketika Pogba pindah dari MU. Ketika pemain muda hanya menjadi pelapis dari pemain seniornya.

Ini juga yang saya takutkan ketika  Ronaldo kembali ke MU. Bermain di klub tempat namanya dibesarkan, lalu bermain full 90 menit dan menjadi pilihan utama Louis van Gaal. Secara tidak langsung, ini akan “mematikan” kesempatan pemain muda yang ingin menggali potensinya di klub sekaliber Manchester United. Dan salah satu pemain muda yang akan terkena “dampak besar” dari kedatangan Ronaldo adalah…. Adnan Januzaj.

(Heavy breathing ketika menulis namanya. Berat, tapi memang nyatanya itu)

Adnan Januzaj menjadi pusat perhatian fans MU setelah dua gol cantiknya ke gawang Sunderland musim lalu. Dengan penampilan musim perdananya bersama MU yang cukup baik untuk remaja usia 19 tahun, Januzaj bahkan disejajarkan dengan Cristiano Ronaldo. Statistik pun berkata demikian bahwa musim perdana Januzaj persis sama dengan Ronaldo.


Statistik Januzaj dan Ronaldo di musim perdana bersama MU. Hampir sama.


Sayang, dengan skill diatas rata-ratanya, Januzaj justru jadi penghangat bangku cadangan. Baik di era Moyes maupun van Gaal, Januzaj selalu jadi pilihan kesekian dari pemain seniornya. Ketika di era Moyes seorang Januzaj mesti bersaing dengan pemain yang memiliki posisi yang sama seperti Young dan Valencia, musim ini Januzaj mendapat saingan yang begitu berat untuk disingkirkan dari starting XI : Di Maria. Dan apabila Ronaldo kembali ke MU, ah… tamatlah riwayatmu, Adnan.

Walaupun begitu, Louis van Gaal adalah seorang pemain yang lebih percaya dengan pemain muda karena pemain muda dinilai lebih energik dan lincah ketimbang pemain senior. Saya yakin Adnan akan bertahan dan sukses di MU, dengan catatan dia terus diberi kesempatan bermain. Jika tidak, siap siap fans MU akan mendengar kisah yang sama seperti Pogba.

Begitulah pandangan seorang saya, fans MU yang tak tahu apa-apa soal tetek bengek klubnya, mengenai rumor kepindahan Ronaldo. Semoga van Gaal, Ed Woodward beserta jajaran management mendengar keluhan saya ini. Biarkan fans diluar sana teriak “Bring Ronaldo Back”, biarkan media diluar sana ramai-ramai beritakan “Ronaldo Reunite”, tapi saya dengan tegas tetap berteriak:


“Gue Gak Mau Ronaldo Balik!”


0 komentar :

Posting Komentar