20.48
Tee
 |
| Cristiano Ronaldo bersama timnas Portugal |
Beberapa minggu yang lalu setelah bursa transfer musim panas
ditutup, seorang Cristiano Ronaldo secara terang-terangan berkomentar mengenai
bursa transfer klubnya. Bukan, bukan transfer Real Madrid yang sukses membawa
si “sepatu emas” bernama James Rodriguez. Tapi, klub yang telah membesarkan
namanya sebelum dia hijrah ke Real Madrid. Ya, Manchester United namanya.
Manchester United menjadi pusat perhatian pada deadline bursa transfer kali ini
karena dalam kurun waktu satu minggu saja, MU sukses merekrut 3 pemain bintang
: Di Maria, Blind dan Falcao.
Menurut Ronaldo, Falcao
menjadi pembelian fantastis MU. Ya, bagaimana tidak fantastis coba. Falcao
yang sebenarnya sudah diincar Real Madrid sejak lama, justru berlabuh ke MU
yang notabene melakukan “panic buy” untuknya. Selain Itu, Manchester United mengawali musim ini dengan buruk, jadi mereka butuh
pemain bintang seperti Falcao. See? Betapa perhatiannya dia terhadap mantan
klubnya. Padahal, timnya sekarang juga mengalami hal yang sama dengan MU.
Berada di klasemen papan tengah, dan justru mengalami kekalahan dari sang
tetangga Atletico Madrid.
Saya pun tak tahu apa yang dikatakan Ronaldo ini memang
berasal dari ucapan Ronaldo sendiri, atau hanya akal-akalan jurnalis Eropa yang
seakan-akan kehabisan berita untuk disampaikan? Entahlah. Setelah kejadian itu,
seluruh media ramai-ramai memberitakan Ronaldo akan kembali ke MU. Ya, Ronaldo kembali ke MU. Is that a good
news to United fans? Of course! Walaupun hanya rumor transfer yang kejelasannya
masih simpang siur, namun seorang jurnalis Spanyol yang sukses membocorkan
transfer MU seperti Di Maria dan Juan Mata, Guillem Balague,secara
terang-terangan menyatakan bahwa Ronaldo tidak betah berada di Real Madrid akan
kembali ke MU, suatu saat nanti. Kapan waktunya? Dia tidak bisa membuktikan.
Rumor itu semakin diperkuat setelah sang “Philosopher”
Manchester United, Louis van Gaal, angkat bicara tentang Ronaldo saat
konferensi press. Menurutnya, transfer Ronaldo ke MU mungkin saja terjadi. Tetapi, van Gaal tidak yakin Real Madrid akan menjual Ronaldo. Well….. everything
seems so possible for you, Ronnie. Old Trafford will widely welcoming you back.
Wacana “Ronaldo coming home” sudah menjadi buah bibir para
fans MU yang masih “gagal move on” ditinggal seorang pemain kesayangannya ke
Real Madrid, dan memecahkan rekor pemain termahal dunia. Banyak fans MU yang
mengharapkan Ronaldo kembali ke MU, dengan alasannya masing-masing. Mulai dari tidak adanya pemain yang memiliki
kualitas setingkat Ronaldo, MU yang masih terseok-seok di Liga Inggris, atau
hanya ingin melihat Ronaldo memakai jersey keramat MU bernomor 7.
Tapi, saya justru tidak setuju bila Ronaldo kembali ke MU.
Ini serius. Saya yakin kalian para pecinta Cristiano Ronaldo akan membenci saya
setelah membaca tulisan ini. Tapi percayalah, didalam lubuk hati kalian pasti
tersimpan kata “bener juga, sih” ketika saya akan menjelaskan beberapa alasannya.
1. Come On Guys, He’s Nearly 30!
 |
| Cedera Ronaldo |
5 bulan lagi terhitung dari sekarang, Ronaldo akan menginjak
usia 30 tahun. Ya, 30 tahun. Usia dimana seorang pesepakbola mengalami
penurunan performa di lapangan karena usianya yang makin menua. Di umur 30-an
ini, apabila pesepakbola tidak menjaga performanya dengan baik, tentu saja
nilai jualnya akan berkurang di “pasaran”. Klub secara perlahan mulai tidak
berminat memakai jasanya dan menggantinya dengan pemain muda yang lebih enerjik.
Saya tahu banyak pesepakbola yang masih terlihat “fresh” di usia kepala 3,
seperti Lahm, Ibrahimovic, Pirlo, bahkan seorang Klose pun di usia 36 mampu
pecahkan rekor gol Ronaldo Luiz Nazario de Lima di Piala Dunia. Ronaldo pun
saya akui demikian. Namun, akhir-akhir ini Ronaldo sering cedera dan sempat
diragukan tampil di beberapa pertandingan penting seperti final Liga Champions
ataupun Piala Dunia, walaupun akhirnya dia “terpaksa” main dengan painkiller atau apapun yang dapat
mengurangi sakitnya. Bahkan saat partai pembuka La Liga musim ini, Ronaldo
diistirahatkan pelatih agar cederanya cepat pulih.
Ya, faktor usia dan cedera yang membuat saya “ogah” melihat
Ronaldo memakai jersey MU lagi. Saya tidak mau melihat Ronaldo bermain, lalu
cedera, lalu dipaksa bermain, lalu cedera lagi. Itu sama saja memaksakan
kondisi pesepakbola yang bisa saja membuat dirinya “pensiun dini” jika
cederanya tidak ditangani dengan baik. Apalagi dengan para pelatih yang “terlalu”
mengandalkan Ronaldo, sehingga Ronaldo terpaksa bekerja lebih keras untuk menciptakan
gol.
Dan untuk MU sendiri, kalian bisa lihat sendiri musim
kemarin MU sukses “membuang” para pemain senior diatas 30 tahun seperti Rio
Ferdinand, Patrice Evra, Nemanja Vidic, dan Ryan Giggs yang sekarang menjadi
asisten pelatih MU. Jika Ronaldo (pada akhirnya) dibeli MU, mereka akan memberi
kontrak dengan jangka waktu pendek : 1 tahun. Ya, itu memang sudah ketentuan MU
ketika mengontrak pemain diatas 30 tahun.
2. We’ve got another iconic seven
named Angel
 |
| Angel Di Maria saat debutnya melawan QPR (14/9/2014) |
Inilah yang masih saya pertanyakan : apakah Ronaldo akan
memakai nomor 7 jika kembali ke MU?
Pertanyaan yang sulit. Sangat sulit. Apabila nomor 7 di MU
masih tersedia, pasti Ronaldo sudah mengambil angka yang begitu ikonik. Tapi
apa daya, mantan rekannya di Real Madrid yang akhirnya merebut nomor 7 itu dan
menjadi pusat perhatian para fans MU saat ini. Angel Fabian Di Maria Hernandez.
Pemain yang sebelumnya menjadi Man of The Match di Final Liga Champions itu
menjadi pembelian termahal dalam sejarah transfer MU dan memecahkan rekor
pemain termahal se-Britania Raya, mengalahkan rekor £50 juta milik Fernando
Torres.
Bukan pembelian gagal, tentu saja. Di Maria langsung “klik”
dengan permainan yang diarahkan Louis van Gaal. Ketika debut perdananya di
kandang Old Trafford, Di Maria mencetak gol dari tendangan bebasnya dan
mencetak satu assist untuk gol Juan Mata. Publik Old Trafford serta pecinta “Red
Devils” di seluruh dunia sudah mengagungkan sosok pemain ini. Mereka
seakan-akan lupa dengan pemilik nomor 7 sebelumnya, yang sukses menjadi
primadona di MU. Cristiano Ronaldo.
Di Maria, dengan usianya yang lebih muda dari Ronaldo, serta
permainannya yang kian matang, saya rasa dia akan menjadi pilihan pertama van
Gaal di starting XI (selain si kapten gembul asal Liverpool itu). Dengan skill,
kecepatan lari, dan Rabona-nya, fans MU begitu mudah jatuh cinta dengannya. Dan
secara tidak langsung, mereka perlahan-lahan “move on” dari Ronaldo karena MU
akhirnya sudah mendapatkan pengganti No. 7 yang sepadan dengan Ronaldo. Ya,
Angel Di Maria sukses membuat fans MU “move on” dari Ronaldo.
3. Ronaldo Come, Young Players Do A “Pogba”
 |
| The youth, The future |
Masih teringat dengan Paul Pogba yang tidak menjadi pilihan utama Sir
Alex dalam starting XI dan menjadi penghangat bangku cadangan, lalu pindah ke
Juventus dan menjadi kebanggaan fans di kota Turin. Setelah pindah dari
Manchester United, Pogba mendapatkan banyak penghargaan baik dari klub, timnas
maupun individual. Mulai dari trofi juara Serie A dua musim berturut-turut,
juara Piala Dunia U-20 tahun 2013 bersama
timnas Prancis, hingga menjadi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2014.
Dan semua prestasi ini diraih ketika Pogba pindah dari MU.
Ketika pemain muda hanya menjadi pelapis dari pemain seniornya.
Ini juga yang saya takutkan ketika Ronaldo kembali ke MU. Bermain di klub tempat
namanya dibesarkan, lalu bermain full 90 menit dan menjadi pilihan utama Louis
van Gaal. Secara tidak langsung, ini akan “mematikan” kesempatan pemain muda yang
ingin menggali potensinya di klub sekaliber Manchester United. Dan salah satu
pemain muda yang akan terkena “dampak besar” dari kedatangan Ronaldo adalah….
Adnan Januzaj.
(Heavy breathing ketika menulis namanya. Berat, tapi memang
nyatanya itu)
Adnan Januzaj menjadi pusat perhatian fans MU setelah dua
gol cantiknya ke gawang Sunderland musim lalu. Dengan penampilan musim
perdananya bersama MU yang cukup baik untuk remaja usia 19 tahun, Januzaj
bahkan disejajarkan dengan Cristiano Ronaldo. Statistik pun berkata demikian
bahwa musim perdana Januzaj persis sama dengan Ronaldo.
 |
| Statistik Januzaj dan Ronaldo di musim perdana bersama MU. Hampir sama. |
Sayang, dengan skill diatas rata-ratanya, Januzaj justru
jadi penghangat bangku cadangan. Baik di era Moyes maupun van Gaal, Januzaj
selalu jadi pilihan kesekian dari pemain seniornya. Ketika di era Moyes seorang
Januzaj mesti bersaing dengan pemain yang memiliki posisi yang sama seperti
Young dan Valencia, musim ini Januzaj mendapat saingan yang begitu berat untuk
disingkirkan dari starting XI : Di Maria. Dan apabila Ronaldo kembali ke MU, ah…
tamatlah riwayatmu, Adnan.
Walaupun begitu, Louis van Gaal adalah seorang pemain yang
lebih percaya dengan pemain muda karena pemain muda dinilai lebih energik dan
lincah ketimbang pemain senior. Saya yakin Adnan akan bertahan dan sukses di
MU, dengan catatan dia terus diberi kesempatan bermain. Jika tidak, siap siap
fans MU akan mendengar kisah yang sama seperti Pogba.
Begitulah pandangan seorang saya, fans MU yang tak tahu
apa-apa soal tetek bengek klubnya, mengenai rumor kepindahan Ronaldo. Semoga
van Gaal, Ed Woodward beserta jajaran management mendengar keluhan saya ini.
Biarkan fans diluar sana teriak “Bring Ronaldo Back”, biarkan media diluar sana
ramai-ramai beritakan “Ronaldo Reunite”, tapi saya dengan tegas tetap berteriak:
“Gue Gak Mau Ronaldo Balik!”
0 komentar :
Posting Komentar