The Meet-Up

Minggu, 19 Januari 2014

The Meet-Up


Gue sedikit menemukan pencerahan atas apa yang gue rasain selama ini....

Semalem gue bermalem minggu ria bareng temen-temen geng gue di kawasan Bulungan. As you know, this is the first time I went to the place with my friends in Saturday night! Hahahaha feels like I'm not single anymore. Yeaaa, seperti stereotype masyarakat tentang jomblo, jomblo cuman bisa malem mingguan di rumah aja. Hehe.

Dimulai dari jam ngaret anak-anak, tragedi motor lupa diambil di Blok M gara-gara lupa naro dimana, nunggu ujan tapi gak berhenti-henti, memulai acara "meet-up" kita dengan skype-an dengan salah satu member geng yang ada di luar negeri, lalu.... perbincangan hangat antara 7 orang pun dimulai!


Masing-masing dari kita ngeluarin uneg-uneg tentang apa yang kita rasain saat ini. Termasuk, topik yang paling sensitif dalam hidup gue : love. Satu-satu dari kita pun keluarin uneg-unegnya. Ada yang di PHP-in, ada yang ditinggal ke luar negeri buat kuliah S-2, bahkan.... ada yang ditinggal nikah! Dan semuanya, sampe saat ini, masih tetep jomblo.

Dan... inilah saatnya gue keluarin uneg-uneg atas topik terbenci dalam hidup gue. Sejujurnya, ini hal pertama, dari sekian taun hidup gue, gue ceritain masalah gue ini. Dan dari sekian cerita yang ada, mungkin cerita gue yang ter-absurd. Atau...... emang gue sendiri yang absurd. I dunno.

Dan inilah, untuk pertama kalinya, gue keluarin uneg-uneg gue lewat sini.

Mungkin sebelumnya gue pernah posting cerita gue di blog tentang "Crushing is Wasting, Dude!". Sejujurnya, itu adalah curhat "terselubung" gue. Dan itulah yang gue rasain saat ini. Gue sebenernya emang "fall in love", atau cuma suka atau..... mengagumi aja?

Crush sama fall in love emang beda tipis sih, untuk beberapa orang sulit banget buat ngebedain. Gue pun (sebenernya) juga. Bodohnya, gue sendiri sulit menjelaskan kenapa gue mengagumi orang itu. Ganteng? Hmmm..... kalah kelas dari Jorge Lorenzo :P. Pinter? well.... gue sendiri pun kurang tau. Tapi dia tertarik dengan salah satu hal yang, well.... gue pun juga tertarik. Dan sepertinya, dia emang mau belajar buat itu. Oke gue ga perlu cerita lebih lanjut.

Aneh, kan? Aneh. Crush on someone with no reason, or maybe less reason, or with absurd reason. That's why it sounds silly. But I think many people ever feel like I do. Love is blind, dude!

Dan setelah gue cerita lebih lanjut dan lebih dalem, the geng *begitulah gue menyapa temen-temen geng gue* ngasih saran ke gue. Mungkin salah satu yang masih gue inget adalah ini.


"Cinta itu kayak kapal, berlayar terus ngikutin arah angin. Lo tetep jalanin dan tetep ngikutin cinta itu. Apapun yang terjadi. Who knows, lo sama dia cocok"


Dan ini juga, mungkin gue harus berintrospeksi. Gue terlalu pendiam, dude...


"Lo mesti speak up sama perasaan lo. Jangan cuman dipendem aja"


Yaaa.... biarpun sedikit, tapi seenggaknya gue udah lega. Iya, lega karena gue udah ceritain uneg-uneg gue. Emang bener ya, hati bisa "plong" kalo udah cerita masalah kita ke orang lain. Yaaa... lo tau sendiri nyari orang yang bisa jadi tempat curhat atau cerita jaman sekarang sulit. They just curious, not give a solution. Mereka cuman menanggapi dengan "oh" tanpa ada solusi sama sekali. And it's bullsh*t, and I'm sick of it. I'm so thankful have friends who listen to me although I don't tell all my probs.

Itu hikmah yang gue dapet di pertemuan gue dengan temen-temen geng gue. Itu baru pertama. Kedua, gue bener-bener dapet pelajaran dari cerita temen-temen gue, jangan sekali-kali ngasih harapan palsu buat orang yang sedang lo deketin. Daaaan........ masih banyak lagi pelajaran dan hikmah-hikmah lain yang gue dapet. Sulit buat dijelasin disini. Cukup gue aja yang tau.

Pertemuan kita diakhiri dengan makan nasi goreng ditengah-tengah hujan Jakarta yang makin deras di tengah malem. FYI, kita gak pernah pulang selarut malem ini. Gak pernah. Mungkin karena terlalu asyik ngobrol, sambil nunggu hujan berhenti, jadinya.... kita lupa waktu. Sampe-sampe waktu udah nunjuk jam 12 malem. Sounds crazy. We're not people who go home midnight because of "nongkrong-nongkrong". Besides, kita pun juga bukan anak "gahol" yang nongkrong di klub malem sambil joget ajep-ajep sampe subuh. We're not. And we're shocked of the time. Hahaha.

Dan yang paling berkesan adalah.... kita pulang ke rumah masing-masing dengan basah kuyup. No raincoat, no umbrella. Naek motor dengan penuh nekad sambil melawan banjir yang dari kemaren ngepung Jakarta. That's unforgettable moment, ever.

Dan gara-gara itu pulalah, gue tidur jam 2 pagi dan terbangun jam 12 siang!!!




@TikaAuliaaa






0 komentar :

Posting Komentar