Memori UNITED : LIVE

Sabtu, 14 Februari 2015

Memori UNITED : LIVE


Poster acara UNITED : LIVE
Sumber : Google


Well… gak berasa kita sudah memasuki bulan Februari, dan sudah memasuki pertengahan bulan. Padahal, satu bulan sebelumnya, gue sedang menunggu dan menantikan salah satu acara besar yang akan gue datangi di tahun 2015 ini. 

Cerita dimulai ketika gue dalam perjalanan pulang sehabis farewell meet-up dengan salah seorang teman yang akan pergi ke luar kota, tiba-tiba salah satu teman sekelas gue, ngirim pesan WhatsApp. Pesannya emang gak biasa. Gak ngebahas salah satu matkul, ataupun ngebahas IP semester yang anjlok. Tapi ini…

COME AND JOIN
UNITED : LIVE IN JAKARTA
WITH MANCHESTER UNITED LEGEND DENIS IRWIN AND LOUIS SAHA
JANUARY 31, 2015 AT KARTIKA EXPO, BALAI KARTINI


OH GOSH…… ACARA UNITED : LIVE?

Ya, UNITED : LIVE. Buat kalian yang gak tahu acara ini, Manchester United (selanjutnya gue sebut MU) lagi gencar-gencarnya ngadain pesta khusus buat fans MU yang lokasinya jauh dari Inggris, bahkan Eropa sekalipun. Acara ini telah digelar di beberapa negara seperti India, Jepang, Kuwait, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Thailand, dan Indonesia. Acara ini digelar dengan tujuan agar fans dapat lebih dekat dengan klub yang berjuluk “Setan Merah”, terutama dengan didatangkannya para pemain legend di acara tersebut. Acaranya apa aja? Meet and Greet dengan pemain legend MU, lomba antar fans, mini concert, dan puncaknya adalah nonton bareng (nobar) pertandingan MU tentunya. Indonesia sudah 2  kali menggelar acara ini secara beruntun sejak tahun 2012. Dan tahun ini adalah kali ketiga MU menggelar football fan party terbesar di Indonesia. Sebelumnya, MU menamakan acara ini dengan nama IAMUNITED, dan sejak tahun ini berganti nama menjadi UNITED : LIVE. 

Oke, balik lagi ke cerita sebelumnya. Ketika teman sekelas gue ngirim pesan WhatsApp itu, gue sangat excited. Bagaimana tidak, gue sudah menunggu acara ini sejak setahun yang lalu, lebih tepatnya ketika gue gagal berangkat ke acara IAMUNITED karena gak ada teman bareng. Dan untuk acara ini, rencananya gue akan datang bersama teman sekelas gue dan dua temannya. Gue langsung mendaftarkan diri di website resmi MU agar mendapatkan tiket masuk kedalam acara tersebut. Acaranya memang gratis dan siapa aja boleh masuk, tapi sayangnya tiketnya terbatas. Hanya orang-orang yang dipilih secara acaklah yang mendapat tiket melalui e-mail. Kenapa terbatas?

Acaranya diselenggarakan di Balai Kartini, dimana tempat tersebut memang kecil untuk ukuran nobar tim sekelas MU dengan jumlah fans terbesar di dunia. Apalagi di Indonesia. Dan pihak MU sendiri cuman memberikan kuota 4.000 orang saja untuk acara ini demi alasan keamanan dan kenyamanan. Berbeda jauh dengan acara sebelumnya yang diadakan di Epicentrum Rasuna Said dimana orang-orang secara bebas mendapatkan tiket IAMUNITED tanpa galau gagal dapat tiket konfirmasi.

Dari dua puluh ribu orang yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan satu tiket UNITED : LIVE, hanya empat ribu saja yang dapat. Dan sialnya, gue dan teman sekelas gue adalah dua diantara enam belas ribu pendaftar UNITED : LIVE yang gagal dapat konfirmasi tiket. Walaupun dapat pesan masuk e-mail dari Manchester United, pesannya adalah : Maaf, kamu gagal dapat tiket.

Seminggu sebelum acara UNITED : LIVE, muka gue mendadak manyun. Pikiran pun juga gak tenang. Gue terancam gagal ikut acaranya MU untuk kedua kalinya. Gue pun juga gak mau nonton pertandingan MU dirumah aja. Gue pengen merasakan atmosfer nonton bareng bersama ribuan fans MU seantero Indonesia, berkumpul dalam satu tempat, menyanyikan lagu kebanggaan “Glory Glory Manchester United” dan bersorak riang menyaksikan tim kesayangan mencetak gol dan meraih kemenangan. Itu motivasi terbesar gue agar bisa ikutan UNITED : LIVE. Sialnya, satu tiket UNITED : LIVE gak berpihak kepada seorang Tika.

Kemudian, keajaiban itu datang saat H-1 UNITED : LIVE.

Ada satu fanbase MU yang berbaik hati memberikan tiket UNITED : LIVE. Berbeda dengan fanbase MU lainnya, fanbase ini gak pake embel-embel mesti nunjukin kartu member, atau mesti menangin kuis terlebih dahulu. Yang terpenting adalah lo daftar, lo dapet konfirmasi, tiket udah ke-booking. Sebelumnya, fanbase MU ini juga pernah kasih gue tiket Open Training Timnas Belanda (cerita lebih lengkapnya ada disini). Atas informasi dari teman sekelas gue lah, akhirnya gue buru-buru mendaftarkan diri lewat SMS. TapI sialnya…. Gue belum dapat konfirmasi tiket sama sekali. Bahkan sampai hari-H sekalipun.

Lebih sial lagi adalah teman sekelas gue sudah dapat konfirmasi tiket dari pihak fanbase tersebut. Parahnya, dia cuman pesan tiket untuk 2 orang saja. Bukan empat.

Ya, gue pun pasrah banget gagal ikut acara ini. Tapi dari dalam hati yang terdalam, gue pengen ikut, gue pengen nobar, gue pengen ketemu pemain legend MU seperti Denis Irwin sama Louis Saha, dan satu lagi : gue pengen pamer jersey merah bernomor 7 favorit gue. Mungkin tahun ini bukan rejeki gue (lagi).

Karena alasan kasihan atau alasan “gak ada lo gak rame”, teman gue dengan nekatnya mengajak gue untuk ikut. "Ya, ikut aja. Dapet ataupun gak dapet tiket itu urusan belakang.", begitu kata teman gue.

Dengan buru-buru gue mengikuti saran dia, dengan tenggat waktu yang bisa dibilang sangat singkat. Kita harus sampai di Balai Kartini sebelum jam 15.00 karena pihak fanbase menyuruh kita untuk datang sebelum jam segitu. Dan kita berempat baru ketemuan di kampus sekitar jam 14.30. Alamat bisa telat ini.

Benar saja, kita baru sampe di Balai Kartini sekitar jam 15.30. Telat setengah jam. Gue masih deg-degan karena takut gagal dapat tiket. Tapi untungnya, salah satu temannya si teman sekelas gue udah booking tiket untuk 2 orang, dan itu memang buat gue. Dan lebih beruntungnya lagi, dia juga dapat SMS konfirmasinya.

Gue bisa ikut acara UNITED : LIVE tahun ini. Masih rejeki gue.

Beruntungnya, kita masih bisa bertemu dengan pihak fanbase tersebut dan, akhirnya, mendapatkan empat tiket UNITED : LIVE.


Inilah wujud tiket UNITED : LIVE. Di bagian bawah ada form isian yang mesti kita isi agar dapat doorprize jersey bertandatangan semua pemain MU. Sayang aja gue kurang beruntung.


Sebelum masuk kedalam Balai Kartini, kita diperiksa dengan sangat ketat oleh pihak keamanan. Botol minuman, rokok, parfum, senjata, banner, dan apapun yang membuat acara gak kondusif bakal disita. Selain itu, kita juga diperiksa tiketnya apakah tiket itu asli atau palsu. Semua sudah beres, saatnya keliling Balai Kartini!


Dapat stempel UNITED : LIVE. Mengingatkan gue saat masuk ke Dufan :))


Di dalam Balai Kartini, banyak banget booth yang diisi oleh sponsor-sponsor Manchester United, seperti CLEAR, Nissin, Corsa, DHL, Bank Danamon, Chevrolet, EPSON, dan lain-lain. Banyak banget booth yang cocok dijadikan tempat foto. Dan akhirnya, banyak yang melakukan foto selfie di tempat ini. 


Pemandangan Balai Kartini. Didepan ini adalah sekelompok anak-anak dan pelatih dari Manchester United Soccer School yang sedang latihan dan 'pamer skill' didepan pengunjung.


Berada di salah satu booth sponsor salah satu perusahaan cat. Coba perhatikan kaleng berwarna hijau - kuning itu...


Mencicipi rasanya jadi seorang benchwarmer di salah satu booth sambil ngebayangin rasanya jadi seorang Januzaj, Herrera sama Valdes :))


Akhirnya bisa foto selfie juga bersama seorang £59,7m bernama Angel di Maria :3


Walaupun gak foto selfie dengan salah satu pemain MU benerannya  seenggaknya bisa foto selfie dengan staf MU yang ganteng ini :)) *plak*  


Gak lupa, kita juga berfoto ria di depan main stage UNITED : LIVE, dimana tempat ini akan ada pertunjukan juggling Denis Irwin dan Louis Saha dan ada layar besar yang digunakan untuk nobar tentunya!


Yang katanya mau pamer jersey iconic number 7 :))


Dapet fotonya Denis Irwin dan Louis Saha. Ngambilnya aja mesti adu ngotot sama pihak keamanan dan inilah jarak terdekat agar bisa foto mereka :(

Acara inti UNITED : LIVE dimulai jam 20.00. Dimulai dari pemutaran film pendek tentang sejarah MU, lalu talkshow singkat bersama Denis Irwin dan Louis Saha, menyanyikan lagu kebanggaan “Glory Glory Manchester United”, dan yang bikin Balai Kartini pecah sebelum Kick Off adalah….. NIDJI!

Yes, Nidji yang pernah menyanyikan salah satu lagu bertema Manchester United dan juga satu-satunya musisi Indonesia yang pernah tampil di stadion Old Trafford berkesempatan untuk menghibur fans MU di Balai Kartini selama 45 menit. Memulai “pecahnya” Balai Kartini dengan lagu “Shadow”, semua fans melompat ria seakan-akan mereka berada di sebuah acara konser tunggal Nidji, bukan acara nobar. 


Semua "pecah" ketika Nidji datang, dan sukses bikin kaki gue lemes sebelum Kick Off!


15 menit menjelang Kick Off pertandingan antara MU melawan Leicester City, chants demi chants dikeluarkan oleh para fans yang berasal dari beberapa fanbase besar MU di Indonesia. Masing-masing fanbase saling adu chants (dan tentunya saling membanggakan fanbase-nya sendiri), tapi pada akhirnya mereka tetap chants untuk mendukung MU. Yaaaa, seketika bulu kuduk gue merinding ketika semua fans kembali menyanyikan lagu “Glory Glory Manchester United”


Saat menyanyikan lagu "Glory Glory Manchester United dan "Indonesia Raya"


Dan, acara puncak dimulai. Kick off antara MU melawan Leicester City!

Pertandingan berjalan sangat seru. Dengan mengubah formasi 3-5-2 dan berubah ke formasi 4-3-2-1 diamond, MU mendominasi pertandingan yang diadakan di stadion Old Trafford. Di menit 27 saja, van Persie sukses mencetak gol berkat assist dari Daley Blind. 5 menit kemudian, Falcao yang sedang berusaha menunjukkan ketajamannya berhasil mencetak gol kedua di pertandingan tersebut. Balai Kartini kembali bergemuruh ketika gol demi gol dilesatkan pemain MU ke gawang Schwarzer. Chants “Oh Robin van Persie” dan “Lololololo Radamel Falcao” (ini bukan lagi tertawa, tapi memang chants-nya seperti itu) dikumandangkan fans kala masing-masing penyerang andalan MU mencetak gol. Babak pertama diakhiri dengan gol bunuh diri dari pemain bek Leicester City, Morgan.

Di babak kedua, performa para pemain MU mulai menurun. Tempo permainan lebih lambat dibandingkan babak sebelumnya. Dan pada akhirnya, MU kebobolan di menit 80 oleh pemain Leicester City Wasilewski. Pertandingan berakhir dengan skor 3-1 dan dimenangkan oleh MU. MU akhirnya naik ke peringkat 3 klasemen sementara Liga Inggris.

Ya, pertandingan berakhir dengan kemenangan. Acara UNITED : LIVE berjalan dengan lancar. Para fans pun pulang dengan senyum yang merekah karena kemenangan 3-1 yang luar biasa. Begitupun gue, dengan senangnya menjadi bagian dari empat ribu orang yang beruntung berada di area Balai Kartini demi mendukung kesebelasan tim yang berada jauh di ribuan mil sana. Dan kita, para fans MU di Indonesia, sukses membawa atmosfer Old Trafford kedalam Balai Kartini. Sebagaimana yang diucapkan Giring “Nidji” kala konser, semoga kita bisa berada di salah satu tribun yang ada di stadion Old Trafford suatu hari nanti. Dan acara UNITED : LIVE Jakarta adalah cara membuat atmosfer Old Trafford ala Indonesia.

Ya, kenangan UNITED : LIVE ini bakal selalu ada di memori gue.



@TikaAuliaaa


*catatan : chants adalah semacam nyanyian, atau lebih tepatnya adalah yel-yel.

0 komentar :

Posting Komentar