Ketika Fans Musiman Bicara Soal Piala Dunia

Rabu, 11 Juni 2014

Ketika Fans Musiman Bicara Soal Piala Dunia




Buat gue, tahun ini merupakan tahun penuh pesta. Selama bulan April sampe Juli, masyarakat Indonesia udah disuguhin pesta demokrasi yang penuh dengan “psywar” antara partai satu dengan partai lainnya di TV nasional. Media yang “memihak” sama “netral” bedanya tipis banget kayak sehelai rambut yang dibelah 7 bagian. Tweet-tweet berbau konspirasi politik pun udah bermunculan, pastinya sih ada unsur “menyerang” salah satu pihak politik. Entahlah, mereka-mereka ini cukup sukses membuat gue bakal jadi bagian golput pas Pemilu Presiden nanti.

Jika pesta demokrasi aja udah sukses bikin lu eneg, gimana kalo kita beralih topik ngomongin Pesta Sepakbola aja? 


Well, setelah liga-liga domestik Eropa bubaran, dan juga liga Champions udah menentukan juaranya, biasanya masa-masa setelah itu bakalan boring parah. Ga ada pertandingan sepakbola yang sering muncul di TV tiap malam minggu, yang ada justru sinetron mewek-mewek sama acara joget-joget gak jelas. Kalopun ada, paling cuman pertandingan lama yang disiarin lagi. Itupun juga jarang. Topik-topik tentang sepakbola dikala itu juga gak kalah boring. Malah bisa dibilang penuh dengan PHP. Ya, namanya rumor transfer pemain. Ada pemain yang digosipin nyaris 90% pindah ke klub A, eh jadinya fix pindah ke klub B. Ada pemain yang gosip pindahnya kenceng banget, eh ternyata gak jadi pindah sampe sekarang. Ada pemain yang gak pernah digosipin bakalan pindah, eh tau-tau dapet kabar udah teken kontrak di klub barunya. Yaaa, begitulah siklus after season berjalan. Membosankan.

Tapi khusus tahun ini fans sepakbola garis keras mesti banyak bersyukur karena rasa bosan mereka bakal dibunuh oleh salah satu pesta yang dinanti-nanti fans sepakbola.   



Yes, World Cup save our life. Hmmm... save our night, for exact. Yep, Pesta Sepakbola 4 tahunan itu kembali digelar mulai 12 Juni 2014 di Brazil. 32 peserta dari 32 negara di seantero bumi bakal bertarung memperebutkan sebuah trofi emas bermotif 3 tangan memegang bola yang begitu melegenda. 

Jadi, kalo di pesta demokrasi orang-orang pada nanya “besok mau milih siapa?”, tapi kalo di pesta sepakbola orang-orang pada nanya “besok mau dukung siapa?”

Itu jadi pertanyaan ter-mainstream yang bakal gue denger, gue terima, dan (mungkin) gue bakal tanya ke beberapa orang selama beberapa bulan terakhir. Pastinya, karena rasanya garing aja gitu kalo nonton Piala Dunia tapi gak dukung at least salah satu timnas. Gak peduli di timnas itu ada salah satu pemain favorit lo, timnas itu adalah tim dari negara asal klub favorit lo, kualitas skuad timnasnya bagus banget, ataupun lo udah die hard banget sama timnas itu dari dulu. Gak perlu sok muna deh gak dukung salah satu timnas gara-gara timnas Indonesia gak maen di Piala Dunia. Gak perlu. Karena sebenernya..... kita hanya fans musiman doang. 

Ngomong-ngomong soal fans musiman, fans ini cuman ngedukung salah satu tim dikala turnamen itu berlangsung. Kalo turnamennya udah selesai, doi bisa milih mau tetep dukung tim itu atau enggak. Selain itu juga, tingkat loyalitas fans musiman juga gak sebanding dengan tingkat loyalitas die hard fans. Seloyal-loyalnya mereka teriak-teriak didepan TV ngedukung timnya, teriakan mereka gak sebanding dengan mereka yang datang ke stadion setiap minggu buat ngedukung timnya. Dan di Piala Dunia kali ini, gue akuin fans musiman bermunculan dimana-mana. Bahkan nongol 2 kali lipat dari biasanya.

Salah satu dari sekian banyak fans sepakbola yang terkena virus “temporarily fans” nya Piala Dunia adalah gue sendiri. Di Piala Dunia tahun ini, gue bahkan ngedukung 3 timnas sekaligus :p *Gapapa dong ngedukung lebih dari satu timnas, kan fans musiman hehe*. Gue sih dukung Argentina, Belanda sama Belgia. Why? Mostly sih alasannya sangat mendasar : ada pemain favorit :)))

Gue mulai dari Argentina dulu. 



Timnas ini jadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia tahun ini. Kalo diliat dari group stage nya Argentina yang ada di grup F, lawan-lawannya bisa dibilang mudah. Selain itu, pas di Kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL (negara-negara Amerika Selatan), Argentina berada di peringkat teratas dan unbeaten sejak 2011, sebelum akhirnya dikalahin 1-2 juga sama Uruguay. Argentina juga punya pemain-pemain berkelas yang bermain di Eropa, dan mereka-mereka yang lo pasti kenal betul bermain di posisi central dan forward. Kalo ngomongin siapa pemain favorit gue di timnas Argentina, jangan sekali-kali lo nebak dengan nama Messi, Aguero maupun Higuain. Jangan. Karena pemain yang sukses bawa timnya menangin Liga Champions musim ini dan sukses juga jadi Man of The Match di final Liga Champions lah yang jadi the most wanted player yang gue tunggu-tunggu di Piala Dunia : Di Maria :))

 *andai aja Opa Fergie masih ngelatih MU. andai aja...... #IfYouKnowWhatIMean*


Lanjut ke salah satu tim Oranye asal Eropa bernama Belanda. 




Well, sebagai fans MU sepertinya gue “wajib” mendukung timnas ini. Van Gaal, obviously, the reason why we must support De Oranje. Karena doi bakal jadi pelatih MU untuk 3 musim mendatang, jadi sepertinya gue mesti liat sepak terjang Van Gaal di timnas Belanda dulu sebelum doi ngelatih klubnya Van Persie. Kalo emang Belanda gagal dapet trofi Piala Dunia untuk kesekian kalinya, fans MU mungkin udah siap-siap ngeluarin hashtag #VanGaalOut di twitter sama nyiapin pesawat buat pamer “Van Gaal Out” di stadion Maracana. Oh iya nyaris lupa, Van Persie juga jadi alasan kenapa gue ngedukung Belanda sejak pertengahan tahun 2013 *thanks for your charming face, Robin :P*. 

sama-sama ;) *kasih jempol unyu*

Dan kedatangan van Gaal, van Persie, serta van-van lainnya ke Indonesia Juni tahun lalulah yang menjadi alasan selanjutnya gue mesti mendukung tim ini di Brazil nanti. Tapi, kayaknya langkah mereka bakal sedikit lebih berat. Belanda berada satu grup dengan Spanyol di grup B. Dan sialnya lagi, Belanda akan bertemu Spanyol di pertandingan pertama grup B. Jadi, bakal ada aroma “balas dendam” di Afrika Selatan 4 tahun lalu. Would be an early big match for both team.

And the last but not least, Belgia



Diantara timnas-timnas lain, Belgia mungkin jadi salah satu the most wanted team bagi fans sepakbola seantero bumi. Bahkan kayaknya jumlah fans musiman Belgia 2 kali lebih banyak ketimbang Piala Dunia sebelumnya. Belgia juga merupakan salah satu kandidat, malah kandidat terkuat juara Piala Dunia 2014. Diliat dari lawan-lawannya di grup H, gue yakin Belgia bisa lolos ke babak selanjutnya, bahkan final kalo beruntung. Kalo lo liat 23 nama skuad Belgia yang udah dipilih sama pelatih timnas Belgia, Marc Wilmots, nama-nama tersebut diisi oleh pemain yang gak asing didenger dengan kualitas terbaiknya. Apalagi buat lo yang notabene pecinta Liga Inggris. Kompany, Vermaelen, Dembele, Vertonghen, Mignolet, itu cuman sedikit dari sekian pemain-pemain asal  Liga Inggris yang dipanggil Wilmots. Selain itu pula, ini yang jadi alasan terkuat gue buat ngedukung timnas Belgia : banyak pemain berondong muda nan unyu! Kalo lo coba menebak siapa aja pemain muda yang ada di timnas Belgia, nama-nama seperti Courtois, Hazard, De Bruyne, atau hmmm.. Lukaku adalah jawaban yang benar. Ah, satu lagi. The most phenomenal young player this season! *siul-siul unyu* 

 Ngape lo siulin gue? Suka?

Buat gue, musim ini Januzaj bener-bener keren banget. Dapet promosi ke tim inti MU oleh Fergie di umur 18 tahun, lalu orang-orang makin banyak yang bingung dengan penyebutan namanya setelah gol spektakulernya ke gawang Sunderland, banyak orang yang menjulukinya “The Next Cristiano Ronaldo”, jadi rebutan beberapa negara untuk timnas seperti Kosovo, Turki, bahkan Inggris sekalipun, dan akhirnya doi dipanggil ke skuad timnas Belgia dengan tanpa mengikuti kualifikasi Piala Dunia ataupun kejuaraan U-21 lainnya. Kevin Mirallas boleh aja iri dengan kehadiran Januzaj di skuad Belgia, tapi gue yakin doi bakal bersinar di Brazil, more than Mirallas himself or Neymar. I bet it. Ah gue lupa, perubahan gaya rambutnya juga bener-bener keren.  So ladies, let’s support Belgium!

Jadi gimana, udah dapet petunjuk timnas mana yang mau lo dukung buat Piala Dunia nanti? Atau tetep bersikeras tetep dukung timnas Indonesia? Apapun timnas yang bakal lo dukung nanti di Piala Dunia, selalu inget sama diri sendiri kalo lo cuman fans musiman doang. Apalagi cuman fans timnas negara yang bukan asal lo. Jangan terlalu berlebihan, selain keliatan aneh, ntar dikira lo warga negaranya lagi. Kalo lo lebih mencintai timnas negara lain dibanding timnas negara sendiri, terus siapa lagi dong yang nanti teriak-teriak “Indonesia” di stadion GBK? Siapa lagi dong yang nanti nangis-nangis kalo andaikan Indonesia kalah lagi lawan timnas tetangga? Siapa lagi dong yang nanti ngarepin “Indonesia for World Cup” kalo masyarakatnya udah pecah-pecah dukung timnas negara lain? Coba renungkan sendiri :)))

Di luar dari itu semua, semoga timnas yang lo dukung di Piala Dunia bisa jadi juara, ya. Kalopun gagal, ya jangan nangis. Kan kita fans musiman doang. Kalo timnas jagoan kita kalah, ya dukung timnas yang lain dong ah :P


@TikaAuliaaa

0 komentar :

Posting Komentar