Ketika Fans Musiman Bicara Soal Piala Dunia
Buat gue, tahun ini merupakan tahun penuh pesta. Selama
bulan April sampe Juli, masyarakat Indonesia udah disuguhin pesta demokrasi
yang penuh dengan “psywar” antara partai satu dengan partai lainnya di TV nasional.
Media yang “memihak” sama “netral” bedanya tipis banget kayak sehelai rambut
yang dibelah 7 bagian. Tweet-tweet berbau konspirasi politik pun udah
bermunculan, pastinya sih ada unsur “menyerang” salah satu pihak politik.
Entahlah, mereka-mereka ini cukup sukses membuat gue bakal jadi bagian golput
pas Pemilu Presiden nanti.
Jika pesta demokrasi aja udah sukses bikin lu eneg,
gimana kalo kita beralih topik ngomongin Pesta Sepakbola aja?
Well, setelah liga-liga domestik Eropa bubaran, dan juga
liga Champions udah menentukan juaranya, biasanya masa-masa setelah itu bakalan
boring parah. Ga ada pertandingan sepakbola yang sering muncul di TV
tiap malam minggu, yang ada justru sinetron mewek-mewek sama acara joget-joget
gak jelas. Kalopun ada, paling cuman pertandingan lama yang disiarin lagi.
Itupun juga jarang. Topik-topik tentang sepakbola dikala itu juga gak kalah boring.
Malah bisa dibilang penuh dengan PHP. Ya, namanya rumor transfer pemain. Ada
pemain yang digosipin nyaris 90% pindah ke klub A, eh jadinya fix pindah ke
klub B. Ada pemain yang gosip pindahnya kenceng banget, eh ternyata gak jadi
pindah sampe sekarang. Ada pemain yang gak pernah digosipin bakalan pindah, eh
tau-tau dapet kabar udah teken kontrak di klub barunya. Yaaa, begitulah siklus after
season berjalan. Membosankan.
Tapi khusus tahun ini fans sepakbola garis keras mesti
banyak bersyukur karena rasa bosan mereka bakal dibunuh oleh salah satu
pesta yang dinanti-nanti fans sepakbola.
Yes, World Cup save our life. Hmmm... save our night, for exact. Yep,
Pesta Sepakbola 4 tahunan itu kembali digelar mulai 12 Juni 2014 di Brazil. 32
peserta dari 32 negara di seantero bumi bakal bertarung memperebutkan sebuah
trofi emas bermotif 3 tangan memegang bola yang begitu melegenda.
Jadi, kalo di pesta demokrasi orang-orang pada nanya “besok
mau milih siapa?”, tapi kalo di pesta sepakbola orang-orang pada nanya “besok
mau dukung siapa?”
Itu jadi pertanyaan ter-mainstream yang bakal gue denger,
gue terima, dan (mungkin) gue bakal tanya ke beberapa orang selama beberapa
bulan terakhir. Pastinya, karena rasanya garing aja gitu kalo nonton Piala
Dunia tapi gak dukung at least salah satu timnas. Gak peduli di timnas
itu ada salah satu pemain favorit lo, timnas itu adalah tim dari negara asal
klub favorit lo, kualitas skuad timnasnya bagus banget, ataupun lo udah die
hard banget sama timnas itu dari dulu. Gak perlu sok muna deh gak dukung
salah satu timnas gara-gara timnas Indonesia gak maen di Piala Dunia. Gak
perlu. Karena sebenernya..... kita hanya fans musiman doang.
Ngomong-ngomong soal fans musiman, fans ini cuman ngedukung
salah satu tim dikala turnamen itu berlangsung. Kalo turnamennya udah selesai,
doi bisa milih mau tetep dukung tim itu atau enggak. Selain itu juga, tingkat
loyalitas fans musiman juga gak sebanding dengan tingkat loyalitas die hard
fans. Seloyal-loyalnya mereka teriak-teriak didepan TV ngedukung timnya,
teriakan mereka gak sebanding dengan mereka yang datang ke stadion setiap
minggu buat ngedukung timnya. Dan di Piala Dunia kali ini, gue akuin fans
musiman bermunculan dimana-mana. Bahkan nongol 2 kali lipat dari biasanya.
Salah satu dari sekian banyak fans sepakbola yang terkena
virus “temporarily fans” nya Piala Dunia adalah gue sendiri. Di Piala Dunia
tahun ini, gue bahkan ngedukung 3 timnas sekaligus :p *Gapapa dong ngedukung
lebih dari satu timnas, kan fans musiman hehe*. Gue sih dukung Argentina,
Belanda sama Belgia. Why? Mostly sih alasannya sangat mendasar : ada pemain
favorit :)))
Gue mulai dari Argentina dulu.
Timnas ini jadi salah satu
kandidat kuat juara Piala Dunia tahun ini. Kalo diliat dari group stage
nya Argentina yang ada di grup F, lawan-lawannya bisa dibilang mudah. Selain
itu, pas di Kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL (negara-negara Amerika
Selatan), Argentina berada di peringkat teratas dan unbeaten sejak 2011,
sebelum akhirnya dikalahin 1-2 juga sama Uruguay. Argentina juga punya
pemain-pemain berkelas yang bermain di Eropa, dan mereka-mereka yang lo pasti
kenal betul bermain di posisi central dan forward. Kalo ngomongin
siapa pemain favorit gue di timnas Argentina, jangan sekali-kali lo nebak
dengan nama Messi, Aguero maupun Higuain. Jangan. Karena pemain yang sukses
bawa timnya menangin Liga Champions musim ini dan sukses juga jadi Man of The
Match di final Liga Champions lah yang jadi the most wanted player yang gue
tunggu-tunggu di Piala Dunia : Di Maria :))
*andai aja Opa Fergie masih ngelatih MU. andai aja...... #IfYouKnowWhatIMean*
Lanjut ke salah satu tim Oranye asal Eropa bernama Belanda.
Well, sebagai fans MU sepertinya gue “wajib” mendukung timnas ini. Van Gaal,
obviously, the reason why we must support De Oranje. Karena doi bakal jadi
pelatih MU untuk 3 musim mendatang, jadi sepertinya gue mesti liat sepak
terjang Van Gaal di timnas Belanda dulu sebelum doi ngelatih klubnya Van
Persie. Kalo emang Belanda gagal dapet trofi Piala Dunia untuk kesekian
kalinya, fans MU mungkin udah siap-siap ngeluarin hashtag #VanGaalOut di
twitter sama nyiapin pesawat buat pamer “Van Gaal Out” di stadion Maracana. Oh
iya nyaris lupa, Van Persie juga jadi alasan kenapa gue ngedukung Belanda sejak
pertengahan tahun 2013 *thanks for your charming face, Robin :P*.
sama-sama ;) *kasih jempol unyu*
Dan
kedatangan van Gaal, van Persie, serta van-van lainnya ke Indonesia Juni tahun
lalulah yang menjadi alasan selanjutnya gue mesti mendukung tim ini di Brazil
nanti. Tapi, kayaknya langkah mereka bakal sedikit lebih berat. Belanda berada
satu grup dengan Spanyol di grup B. Dan sialnya lagi, Belanda akan bertemu
Spanyol di pertandingan pertama grup B. Jadi, bakal ada aroma “balas dendam” di
Afrika Selatan 4 tahun lalu. Would be an early big match for both team.
And the last but not least, Belgia.
Diantara timnas-timnas
lain, Belgia mungkin jadi salah satu the most wanted team bagi fans
sepakbola seantero bumi. Bahkan kayaknya jumlah fans musiman Belgia 2 kali
lebih banyak ketimbang Piala Dunia sebelumnya. Belgia juga merupakan salah satu
kandidat, malah kandidat terkuat juara Piala Dunia 2014. Diliat dari
lawan-lawannya di grup H, gue yakin Belgia bisa lolos ke babak selanjutnya,
bahkan final kalo beruntung. Kalo lo liat 23 nama skuad Belgia yang udah
dipilih sama pelatih timnas Belgia, Marc Wilmots, nama-nama tersebut diisi oleh
pemain yang gak asing didenger dengan kualitas terbaiknya. Apalagi buat lo yang
notabene pecinta Liga Inggris. Kompany, Vermaelen, Dembele, Vertonghen,
Mignolet, itu cuman sedikit dari sekian pemain-pemain asal Liga Inggris yang dipanggil Wilmots. Selain
itu pula, ini yang jadi alasan terkuat gue buat ngedukung timnas Belgia :
banyak pemain berondong muda nan unyu! Kalo lo coba menebak siapa aja pemain
muda yang ada di timnas Belgia, nama-nama seperti Courtois, Hazard, De Bruyne,
atau hmmm.. Lukaku adalah jawaban yang benar. Ah, satu lagi. The most
phenomenal young player this season! *siul-siul unyu*
Ngape lo siulin gue? Suka?
Buat gue, musim ini Januzaj
bener-bener keren banget. Dapet promosi ke tim inti MU oleh Fergie di umur 18
tahun, lalu orang-orang makin banyak yang bingung dengan penyebutan namanya
setelah gol spektakulernya ke gawang Sunderland, banyak orang yang menjulukinya
“The Next Cristiano Ronaldo”, jadi rebutan beberapa negara untuk timnas seperti
Kosovo, Turki, bahkan Inggris sekalipun, dan akhirnya doi dipanggil ke skuad
timnas Belgia dengan tanpa mengikuti kualifikasi Piala Dunia ataupun kejuaraan
U-21 lainnya. Kevin Mirallas boleh aja iri dengan kehadiran Januzaj di skuad
Belgia, tapi gue yakin doi bakal bersinar di Brazil, more than Mirallas himself
or Neymar. I bet it. Ah gue lupa, perubahan gaya rambutnya juga bener-bener
keren. So ladies, let’s support Belgium!
Jadi gimana, udah dapet petunjuk timnas mana yang mau lo
dukung buat Piala Dunia nanti? Atau tetep bersikeras tetep dukung timnas
Indonesia? Apapun timnas yang bakal lo dukung nanti di Piala Dunia, selalu
inget sama diri sendiri kalo lo cuman fans musiman doang. Apalagi cuman fans
timnas negara yang bukan asal lo. Jangan terlalu berlebihan, selain keliatan
aneh, ntar dikira lo warga negaranya lagi. Kalo lo lebih mencintai timnas
negara lain dibanding timnas negara sendiri, terus siapa lagi dong yang nanti
teriak-teriak “Indonesia” di stadion GBK? Siapa lagi dong yang nanti nangis-nangis
kalo andaikan Indonesia kalah lagi lawan timnas tetangga? Siapa lagi dong yang
nanti ngarepin “Indonesia for World Cup” kalo masyarakatnya udah pecah-pecah
dukung timnas negara lain? Coba renungkan sendiri :)))
Di luar dari itu semua, semoga timnas yang lo dukung di
Piala Dunia bisa jadi juara, ya. Kalopun gagal, ya jangan nangis. Kan kita fans
musiman doang. Kalo timnas jagoan kita kalah, ya dukung timnas yang lain dong
ah :P
@TikaAuliaaa







0 komentar :
Posting Komentar