 |
| Kayak gini deh lowongannya. Mau jadi SPG rokok gak? |
 |
| Atau ini deh. Driver. PC aja langsung ke orangnya. |
Mendadak, grup LINE sisa event tersebut berubah haluan pembicaraan menjadi info bursa kerja. Tiap hari, pasti ada 5 hingga 10 orang yang berbagi info lowongan kerja. Bermacam-macam lowongan kerja pun bermunculan: mulai dari magang Public Relation dan Desain Grafis, Part-time Barista atau Shopkeeper, bahkan sampe SPG rokok sekalipun. Bagi orang-orang yang memiliki satu fokus mengejar karier di satu bidang atau hanya ingin berinteraksi dengan para member dalam durasi event berlangsung saja, mungkin informasi ini sangat mengganggu ketentraman serta kedamaian dalam chat LINE di ponselnya sehingga mereka harus meninggalkan chat grup. Namun, bagi para jobseeker yang mau bekerja apa saja demi materi, informasi ini tentu sangat berguna sekali.
Sejujurnya, gue tidak sekali ini saja mendapat grup ‘bursa kerja dadakan’ ini. Pernah beberapa tahun lalu gue bergabung sebagai volunteer crew di sebuah event yang diadakan sebuah penerbit ternama. Awalnya, kita semua ngobrolin masalah teknis acara melalui komunikasi lewat grup WhatsApp. Setelah event tersebut berakhir, ‘nyawa’ dalam grup tersebut sudah gak ada lagi. Sepi, kayak kuburan. Salah satu hal yang bisa menyelamatkan grup tersebut cuman satu: informasi lowongan kerja. Beruntunglah, ada satu anggota grup yang berbaik hati memberikan info tersebut, dengan berbagai alasan. Mulai dari bantu share info dari teman, hingga nyari teman buat join dalam kerjaan tersebut.
 |
| Grup yang baru aja gue omongin. Nih! |
Nah, dari dua kasus yang gue dapat ini, seakan-akan gue menemukan fenomena yang lazim dilakukan oleh para generasi milenial: broadcast message lowongan kerja. Sebuah fenomena unik yang menarik untuk dikulik lebih lanjut, serta melihat hal ini dari pro dan kontra.
Mungkin bagi para generasi sebelum milenial, mencari pekerjaan adalah sebuah perjuangan berat. Bener gak sih? Apalagi untuk orang-orang yang belum atau tidak memiliki relasi yang luas. Mereka kadang datang door-to-door ke berbagai kantor untuk bertanya pada staf di sana apakah ada info lowongan kerja. Atau mungkin mereka bergegas bangun pagi dan menunggu abang loper koran keliling hanya untuk mencari info lowongan pekerjaan yang biasanya masuk dalam rubrik iklan. Bahkan, saat gue masih kecil dan masih mengawang-ngawang soal cita-cita dan masa depan, pernah ada program televisi yang khusus menayangkan info lowongan pekerjaan. Ini seriusan, gak bohong. Program tersebut biasa ditayangkan sebelum waktu subuh.
Sebelum akses internet merajai kehidupan manusia, lowongan pekerjaan yang dipublikasikan jumlahnya sangat terbatas. Para jobseekers harus ‘menjemput bola’ terlebih dahulu untuk mendapatkan info tersebut. Sekarang? Cuman duduk cantik atau tiduran saja, kita udah bisa dapat info tersebut melalui broadcast message di grup, poster lowongan kerja dari beberapa akun sosial media, bahkan dari website khusus penyedia lowongan kerja. Gak perlu capek-capek keliling kantor atau bangun pagi demi nunggu abang loper koran. Everything’s easy nowadays.
Sebagai generasi milenial yang akan menjajaki dunia kerja, kegiatan mendapatkan info pekerjaan dari chat grup adalah hal wajib yang harus dilakukan setiap hari, agar tidak ketinggalan info sedikitpun atau kesempatan kerja kita diambil orang lain dalam waktu semenit aja. Gak melulu di grup saja, banyak akun career hub di sosial media yang dengan berbaik hati memberikan info tersebut. KampusUpdate, StudentJob, Magangid, hingga RajanyaEvent adalah akun favorit para pencari kerja dengan informasi yang sangat valid. Bahkan sangat gue rekomendasikan untuk kalian yang akan berkecimpung di dunia kerja. Nah, biasanya dari informasi yang berasal dari akun-akun inilah diteruskan oleh satu-dua orang lalu disebar di berbagai chat grup. Bagi para anggota grup penerima info lowongan kerja, mereka-mereka para penyebar broadcast message lowongan kerja adalah ‘malaikat’ penyelamat hidup dari pengangguran.
Sama seperti berita-berita politik yang menyajikan informasi palsu, lowongan kerja berbasis broadcast message pun juga sarat dengan informasi hoax. Ada beberapa broadcast yang tidak menyertakan contact person serta alamat e-mail yang jelas untuk mengirimkan Curriculum Vitae, ada juga yang tidak mencantumkan nama perusahaan serta penjelasan sedikit mengenai perusahaan tersebut. Banyak, banyak banget malah. Sayangnya, kebanyakan dari kita justru gak pernah kroscek terlebih dahulu apakah info tersebut benar atau tidak. Karena masalah kepepet pengen kerja serta butuh asupan saldo debet di ATM, mereka langsung caw 'n cuss ke kantor tersebut atau langsung kirim Curriculum Vitae lewat alamat e-mail tanpa konfirmasi info terhadap pihak yang menyebarkan. Hal ini jelas harus dihindari banget, karena info lowongan kerja yang gak jelas berpotensi besar melakukan penipuan. Yang ada (dan justru hal yang paling gue takutin) justru data diri kita dalam Curriculum Vitae disalahgunakan untuk hal-hal yang gak benar, seperti meminta uang melalui nomor telepon hingga mengirimkan spam e-mail berisi promosi barang dan jasa serta beberapa link yang menjurus pada penyebaran virus komputer. Pada akhirnya, yang rugi memang kita sendiri. Mungkin gue akan memberikan tips menangkal info lowongan pekerjaan palsu di broadcast message. Mungkin nanti, gak sekarang.
Bukan berarti gue tidak mendukung sama sekali soal fenomena ini. Tidak. Justru gue sangat berterima kasih banyak kepada para informan lowongan kerja yang dengan sukarela membagikan info lowongan kerja di chat grup biarpun mereka dikritik oleh anggota chat grup lainnya gara-gara selalu kasih lowongan pekerjaan hanya di satu bidang tertentu saja. Setidaknya, informasi inilah yang cukup membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah pengangguran. Justru informasi inilah yang membuat gue sadar betapa luas dan besar link atau relasi yang gue punya saat ini, walaupun secara intensitas gue dan para member grup tersebut tidak memiliki intensitas komunikasi face-to-face yang sering. Sekali lagi, mereka adalah ‘malaikat’ penyelamat hidup dari pengangguran. Gak cuman gue aja yang setuju soal hal ini, salah seorang teman juga memiliki pendapat serupa. Selama info tersebut benar-benar valid, dia akan menerima tawaran pekerjaan tersebut.
Pernah gue diketawain oleh satu-dua temen sekelas di kampus gara-gara gue menanyakan hal ini pada dosen di salah satu matkul yang pas itu membahas soal lowongan kerja. Yang gue pikirkan saat itu adalah, temen sekelas gue ini ketawa ngakak karena dia pikir informasi pekerjaan lewat broadcast message adalah informasi ‘sampah’ yang tergolong aneh, kampungan, gak banget, bahkan bisa dianggap “lo mager banget sih cari kerjaan sampe harus dapet info BC-an gitu.” Well, temen gue ini mungkin gak tahu, pura-pura gak tahu (atau emang dia gak punya relasi banyak) kalau informasi tersebut sudah menjadi viral bagi pengguna smartphone di zaman sekarang. Dia mungkin berpikir informasi melalui koran dan word-to-word dari teman adalah informasi lowongan kerja tervalid yang ia dapat. Padahal, dia gak tahu kalau informasi seperti ini tergolong paling up-to-date dan paling banyak kesebar, dan (mungkin) kesempatan untuk diterima kerja juga besar.
Pada akhirnya, kita sendiri sih yang menentukan apakah mau ambil pekerjaan dari informasi broadcast message atau tidak, tergantung pendapat masing-masing. Tulisan gue tidak membentuk sebuah frame atau mindset bahwa info broadcast message lowongan kerja sangat direkomendasikan, justru tulisan ini membuka mata kalian bahwa fenomena ini jelas ada, bahkan sudah menjadi bagian dari keseharian kita dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan semenjak Instant Messaging menjadi media komunikasi yang paling sering digunakan masyarakat kekinian. Mau peduli apa tidak dengan info itu sih urusan kalian masing-masing.
Akhir kata, sebagai jobseekers yang baik dengan pengetahuan yang tentunya luas, kalian seharusnya bijak dan pandai pandai memilih informasi lowongan kerja dari media manapun. Gak peduli dari broadcast message grup Whatsapp/LINE, iklan di koran, ataupun info mulut ke mulut. Selama informasi lowongan itu berasal dari pihak yang sudah dipercaya dan dengan informasi yang sangat valid, toh kalian pasti dapat pekerjaan yang diinginkan.
Selamat mencari kerja!
Halo mba, maaf sebelumnyaa, boleh tidak masukin saya ke grup jobs nya mba di line atau wa? Saya juga ada mba sperti line group spg gitu, ntar saling invvite aja.. line: stephanietepp wa: 085718959235
BalasHapusMkaasii yaa